Dalam mengejar sebuah kesuksesan atau sedang mengejar suatu target hidup sering kali kita terkesan “tergopoh-gopoh” atau memaksakan diri. Memang dalam hidup kita harus selalu berusaha dengan semangat yang tidak boleh padam dan sepenuh hati. Namun dari usaha itu kita harus tetap mengakui bahwa ada “tangan Tuhan” bermain dalam setiap usaha atau aktivitas kehidupan kita.
Ada orang yang setiap hari bahkan setiap saat selalu terkesan “sibuk dan tergopoh-gopoh” dalam mengejar sesuatu atau target hidupnya, namun dia seringkali gagal dalam mencapai target hidupnya. Ada orang yang (malahan) terkesan santai, lambat laun, tidak “tergopoh-gopoh”, namun dia bisa mencapai target hidupnya dengan baik bahkan dia bisa menyeimbangkan segala sendi hidupnya.
Saya sedikit bercerita dan berilustrasi dari perbandingan diatas yang (mungkin) bisa direnungkan….
Saya termasuk orang yang bisa dikategorikan yang pertama, yang seringkali memaksakan diri dalam mengejar suatu target sampai suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang bisnisnya menurut saya sangat pesat perkembangannya, bisnisnya sudah cukup menggurita. Saya ngobrol cukup lama dengan beliau tentang bagaimana menjalani bisnis sampai tentang kehidupan.
Dari perbincangan tersebut, beliau mengilustrasikan keberhasilan atau tidaknya sebuah kesuksesan sama halnya seperti kita ingin melintasi lampu lalu lintas.
Saya langsung bertanya apa maksudnya?
Beliau mengatakan,
“begini Mas Mada…dalam mengejar karir atau target bisnis, jangan sekali-kali kita memastikan waktunya, karena waktu hanya milik ALLAH, hanya Dialah yang boleh mengaturnya, bagus kalo sesuai dengan harapan, kalo tidak yang ada hanya sakit hati, menyesal dan bisa-bisa menyalahkan Tuhan karena udah berusaha keras tapi ga kesampe-an.
Saya misalkan begini…saat kita melihat lampu hijau (lalu lintas) yang tidak ada timernya, kadang kita langsung menancap gas dengan harapan dapat melewati lampu itu, namun kalau memang “jodohnya” kita harus kena lampu merah ya kita mau ga mau harus berhenti, kalo tidak atau kita paksakan lewat, kita justru melanggar dan mungkin malah akan mendapatkan kerugian yang justru lebih besar. Namun ada kalanya justru sebaliknya, kadang kita santai, alon-alon, tidak terburu-buru dan tidak memaksakan, walo dari jauh terlihat lampu merah, kalau memang “jodohnya” kita dapat lampu hijau, kita akan lolos dan lewat tanpa harus mengerem dan hambatan. Intinya kita tetap berusaha, berbuat segala sesuatu dengan maksimal, namun ingat bahwa segala sesuatu ada yang MAHA MENGATUR”
Mendengar hal itu, saya jadi berfikir dan ingat sebuah hadist, yang artinya “setelah kamu ber-azam (berusaha maksimal) bertawakkalah kepada ALLAH”.
Jadi dalam menjalani segala aktivitas apapun baik bisnis atau mengejar karir, kita tidak perlu tergopoh-gopoh atau memaksakan diri, justru yang kita perlukan adalah keseimbangan. Tentu lebih enak santai tapi berhasil kan dari pada tergopoh-gopoh memaksakan diri toh hasilnya sama?
Tapi kembali lagi, kita tipe orang yang mana, mungkin ada yang lebih menikmati dan nyaman dengan cara yang bertarget atau mungkin ada yang menikmati dengan cara yang flowing like a river yang ujung-ujungnya ke laut juga (ke tujuan juga).
Mada Azhari
CEO Inventco Netmedia (www.inventco.net)
Chief of Business MEDIA CITRA, PT (www.ptmediacitra.com)





March 31st, 2008 at 10:12 am
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/sebuah_kesuksesan_sama_halnya_melintasi_lampu_lalu_lintas_/
April 1st, 2008 at 4:48 am
good article .. kayanya saya harus segera menentukan ‘gaya’ saya nih .. mau ikut yang buru2 tapi bisa kena tilang atau yang santai tapi pasti ..