
Bayangkan sebuah perusahaan yang:
- karyawannya menentukan sendiri jam kerjanya dan atasannya
- karyawannya punya akses tak terbatas ke semua laporan korporat dan mengatur sendiri pendapatan dan kuota produksinya
- tak ada anggaran kerja jangka panjang, bagan organisasi atau pun fasilitas kerja pribadi
- CEO-nya membiarkan karyawan mengambil keputusan
Walaupun sekilas tampak kacau, perusahaan ini betul-betul berhasil! Semco, sebuah perusahaan multi-internasional berbasis di Brazil, kini telah mempekerjakan 3.000 orang yang tersebar di tiga negara. Dengan rata-rata pertumbuhan tahunan di atas 40%, pendapatan per tahun Semco mencapai $ 212 juta pada tahun 2003.
Ricardo Semler, CEO, mendobrak semua aturan tradisional umum dalam bisnis. Semler menghilangkan semua hal yang ia sebut “penindasan korporat” di perusahaannya. Hasilnya, tingkat keluar masuk karyawan hampir tidak ada dan tak ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan perusahaannya akan berhenti. Revolusi Binsis Abad Ke-21: Dengan Jiwa Merdeka Meningkatkan Profit dan Produktivitas.
Bab pertama dibuka dengan beberapa pertanyaan menantang dan mengusik saya.
Salah satunya adalah: Mengapa kita tidak boleh membawa anak ke tempat kerja apabila kita bisa membawa pekerjaan ke rumah? …. Aneh bukan??
Judul asli buku ini sebenarnya adalah The Seven Day Weekend: A Better Way to Work in the 21st Century.
Ya, bekerja baginya seperti menikmati liburan.
“Kenapa liburan hanya dibatasi hari-hari tertentu saja, tantangnya?”
“Kenapa kita tidak bisa berlibur setiap hari di tempat kerja?”
“Kenapa tempat kerja kita tidak diubah saja seperti tempat berlibur?”
Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang ada pada buku ini.
Semler menutup kata pengantar bukunya dengan menulis kalimat ini di bawah namanya, “tengah berbaring di hammock dengan sebuah laptop dan putra cilikku, seusai memberi makan bebek-bebek di kolam terdekat, pada Senin, Mei 2002″.
“Benar-benar GILA” ini orang! Tapi ia berhasil mewujudkan impian dan terbukti hasilnya.
Semco telah menjadi studi kasus di 76 universitas dan menjadi bacaan wajib di 271 sekolah lain. Enam belas kandidat doktor dan master telah mengangkat Semco sebagai subjek disertasi dan tesis mereka. Ratusan artikel koran dan majalah mengulas perusahaan itu. BBC, CNN dan lusinan program televisi lain mengangkat profil Semco ini. Lebih dari 300 pidato telah disampaikannnya di hadapan kelompok bisnis, sosial, pemuda, dan universitas ternama seperti Stanford, Harvard, MIT dan sebagainya.
Menarik bukan…??
So… bagaimana perusahaan Anda dan mana yang Anda pilih :
Tetap pada aturan konvensional yang mengikat atau tetap berbisnis selayaknya berlibur ?
Mada Azhari
CEO Inventco Netmedia (www.inventco.net)
Founder Hotspot Community (www.hotspoters.net)
Community Relation Lintas Alumni (www.lintasalumni.com)




January 14th, 2009 at 9:17 pm
Berarti… untuk menerapkan bisnis itu pada dasarnya memang harus memiliki karyawan yg benar memiliki kesadaran diri sendiri dan tanggung jawab yg tinggi.
Kalau diterapkan di Indonesia bisa tdk ya…?
January 15th, 2009 at 12:23 am
jadi inget Google, kantornya ngak ngebosenin.. very very atractive
January 19th, 2009 at 9:32 am
@ Firman :
klo di Indonesia bisa kok diterapkan. Perusahaan saya sudah melakukannya dan itu berhasil.Semua usaha saya menjadi maju dan si karyawan pun bebas mengembangkan diri.
Mungkin yang perlu diperjelas dan dipertegas adalah “aturan mainnya” saja.
@ Blogpreneur :
Yup, mudah2an di masa depan semua kantor di Indonesia bisa menerapkannya
January 22nd, 2009 at 4:22 am
klo boleh tahu apa nama perusahaan anda? saya jadi tertarik ingin belajar mengenai culture perusahaan anda itu. terus mengenai aturan main. aturan main apa yang perusahaan anda terapkan..?
January 30th, 2009 at 1:52 am
@ Renaldi :
Perusahaan saya bergerak di bidang Online Media (www.inventco.net) dan Komunikasi (www.mediacitra.co.id).
Silahkan kunjungi untuk lebih jelasnya.
Aturan mainnya sebenarnya hanya menekankan komunikasi yang tanpa dinding, tahu akan target dan self control dari masing-masing team.
Mungkin kapan2 kita bisa sharing lebih jauh lagi.