Menjalani aktivitas bisnis yang serba cepat dan akses tidak terbatas, dalam keseharian saya selalu tidak bisa lepas dengan yang namanya handphone dengan fasilitas yang lebih, atau yang sering kita dengar Smartphone. Walau smartphone saya bukan tergolong smartphone yang baru dan masa kini, tapi selama ini saya merasa cukup dalam menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada didalamnya, terutama fasilitas internet dengan jaringan 3G yang saya gunakan untuk email, chatting, plurking dan browsing (kadang-kadang).
Tapi semakin lama aktivitas saya semakin “ga punya toleransi”. Saya selalu merasa “padat” dengan segala kesibukan yang hampir 80%-nya memerlukan akses internet dimanapun dan kapanpun. Lama-kelamaan keadaan ini ternyata membuat saya cukup kewalahan.
Sempat terlintas di kepala saya untuk mengganti gadget pendukung aktivitas saya dengan sebuah gadget yang konon sedang trend-trend-nya sekarang ini, yakni blekberi (blackberry). Saya sempatkan untuk mencari informasi dari orang-orang yang sudah menggunakan perangkat tersebut, namun ada sisi yang ternyata kurang SREG di hati saya untuk sekarang ini menggunakan blekberi, yaitu “hilangnya kehidupan pribadi” yang justru saya butuhkan untuk (sekedar) rehat sejenak.
Beberapa gadget saya telusuri dengan bertanya kepada teman saya Iqbal seorang desainer yang “nyasar” jadi konsultan gadget. Akhirnya dari sekian banyak gadget dengan berbagai fasilitas dan harga, tersaring dua gadget yang menurut saya cocok baik dari fasilitas maupun harga yaitu : Samsung i780 dan Dopod 838 Pro.
Setelah cukup lama berfikir, memilah, memilih, meminta pendapat dari beberapa orang (lagi) dan sempat sedikit melakukan polling. Akhirnya pilihan itu jatuh pada Dopod 838 Pro.
Meski masing-masing punya kelebihan dan kekurangan juga beberapa fitur masih ada yang tertinggal dengan si Samsung i780, saya memiilih si Dopod 838 Pro karena beberapa pertimbangan, antara lain :
1. fasilitas software Dopod yang lebih banyak (meski sama-sama OS-Windows Mobile) karena si Samsung memiliki ukuran layar yang tidak biasa.
2. teknologi 3.5 G yang digembar-gemborkan saat ini belum digunakan (boro-boro 3.5G, 3G aja putus-sambung).
3. ukuran layar dan tuts keyboard yang lebih lebar dan memuaskan
4. apabila mau dijual lagi (pun) lebih stabil harganya dibanding Si Samsung
5. harganya pun lebih murah dari si Samsung, masih bisa dialokasikan ke hal yang lebih manfaat
Selamat tinggal my Smartphone Sony Ericsson M600i

Selamat bekerjasama “pacarku yang baru” PDA Dopod 838 Pro





February 28th, 2009 at 11:16 am
Perasaan itu kamera yang buat motret sehari sebelumnya saya pegang, kok sudah pindah haluan ya? eh pindah tangan…
hmmm…
February 28th, 2009 at 11:18 am
Beberapa gadget saya telusuri dengan bertanya kepada teman saya = untung nama saya ng disebut… bisa saya jerumuskan anda ke dunia lain ( http://endrisusanto.com/demam-blackberry-di-indonesia/02/2009 )