Belajar Berfikir Kaya

Posted on 15 March 2009

Menjadi orang kaya….angan-angan semua orang bukan? Termasuk diri saya tentunya!

Beberapa hari lalu saya berbicara dengan orang yang menurut saya cukup bisa dibilang KAYA dalam arti hidup lebih dari berkecukupan. Beliau kaya bukan dari pekerjaan yang tidak halal ataupun mengumpulkan uang dengan menabung sampai sekarang ini, tapi beliau kaya karena usaha beliau yang berawal benar-benar dari nol.

Beliau mengatakan bahwa tidak akan pernah ada orang yang bisa kaya secara signifikan dengan cara menabung. Meskipun ada, tapi kekayaan yang ia kumpulkan sudah pasti hanya mengikuti deret hitung (1,2,3,4 dstnya…), namun orang yang usaha atau bisnislah yang dapat menjadikan dirinya kaya dengan deret ukur dan kuadrat (2,4,8,16…. atau 2,4,16,256….).

Beliau berkata, bahwa untuk menjadi kaya semua hanya masalah bagaimana kita mengelola keuangan dan mencoba sedikit untuk menahan kenikmatan. Banyak sekali kita ini merasa gengsi, bukan hanya gengsi untuk tidak melakukan pekerjaan yang bisa dibilang hina atau tidak elite, tapi juga gengsi ingin merasa dipuji dan terlihat “wah”, tanpa memperdulikan efek yang sebenarnya dia akibatkan nantinya.

Hmm…mendengar pernyataan ini saya jadi tersindir, karena saya pun kadang masih merasa gengsi dalam ke-2nya, gengsi dalam melakukan pekerjaan yang kurang oke dan gengsi dalam arti merasa ingin dianggap “lebih”, yang padahal semua itu hanya akan membuat rugi bagi cashflow saya, karena bukannya berinvestasi tapi malah konsumtif.

Sepertinya saya perlu benar-benar melakukan perubahan.

This post was written by:

Mada Mahadaya - who has written 137 posts on mahadaya.com | Strategi UKM dan Waralaba.


Contact the author

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook