Akhir-akhir ini saya memperhatikan iklan kreatif Djarum 76 yang ada tiga orang sedang terdampar lalu bertemu jin botol, selanjutnya….tahu kan?
Sepertinya saya tidak perlu menjelaskan cerita dari iklan tersebut, karena memang pasti sudah sering kita lihat. Namun yang saya ingin bahas disini adalah ide dan insight yang ingin digali oleh iklan ini. Saya sangat tertarik dengan iklan-iklan rokok yang marak sekarang ini, karena iklan-iklan tersebut tidak serta merta menggambarkan orang yang merokok atau orang yang akan merokok, tapi lebih menceritakan sesuatu yang unik dan lebih berbekas dalam pemikiran kita.
Memang jika ditilik lebih dalam justru iklan seperti inilah yang lebih mengena, lebih cepat diingat dan menimbulkan buzz marketing (mouth to mouth). Saya jadi teringat tentang experience marketing yang pernah saya baca dari buku sang guru marketing Hermawan Kertajaya, bahwa orang lebih mengingat sesuatu yang sudah / pernah terjadi atau hal-hal unik yang dikemas kembali dalam bentuk iklan.
Seperti contohnya iklan yang menggunakan pesan “Kerja Dulu atau Gelar Dulu” atau “Yang Muda Yang Tidak Dipercaya”, iklan ini sebenarnya adalah sebuah hal yang tidak baru dan terjadi di sekitar kita namun dikemas kembali secara apik dan unik.
Nah menurut saya, pengemasan secara unik ini dapat kita aplikasikan ke bidang lain dan dapat kita terapkan dalam bisnis yang ingin berkembang. Tentu tidak lupa kita pikirkan target yang akan dituju (pasarnya), segmennya, positioning kita sebagai apa dan yang paling penting juga adalah mempergunakan apa medianya (online atau offline)?
Intinya adalah ide boleh sama, produk boleh sama tapi pengemasan yang beda tentu akan beda hasilnya.
Mada
Founder Mahadaya Enterprise
CEO Inventco Netmedia
Managing Partner MediaCitra




August 10th, 2009 at 9:50 pm
iklan yg baik itu memang harus melibatkan emosi, misal produk rokok itu, yg di jual itu emosi nya, kebersamaan nya..
dan itulah yg terjadi kalau di terapkan ke produk2 yg lain, misal nya handphone, hp itu emosi banget (gengsi)
padahal toh fungsi dll ampir mirip2 kok..
October 19th, 2009 at 3:35 pm
wah betul banget, jadi selama ini bisnis itu adalah ide ya?
October 19th, 2009 at 4:40 pm
iya..asal idenya bisa dijual tentu bisa dijadikan bisnis