Malaikat pun Berdendang … “I love you full”

Posted on 06 August 2009

mbah-surip-angelSaya mengenal Mbah Surip sudah lama, jauh sebelum ia tersohor beberapa bulan terakhir. Tepatnya sekitar tahun 2006, ketika itu saya sudah meng-kopi lagu ‘Tak Gendong” dan “Bangun Tidur”-nya dari seorang teman.

Yang saya tahu, Mbak Surip memang eksentrik sejak jaman antah brantah (kata media, sudah 11 tahun ia berpenampilan seperti itu). Gayanya mirip orang kurang waras, tapi konon kesholehannya tak perlu diragukan. Saya sendiri justru tahu ia jago manggung ketika saya hobi menonton aksi Kiai Kanjeng pimpinan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun). Dan Mbah Surip rajin mengikuti acara maiyahan-nya Cak Nun.

Dalam banyak kesempatan, Mbah Surip pun seperti orang kurang kerjaan menyanyikan lagu Tak Gendong dan Bangun Tidur (saya tak tau, apakah ada lagu lain selain dua itu) di panggungnya Kiai Kanjeng. Cak Nun pun dalam banyak kesempatan selalu menanggapi gaya ketawa ala Mbah Surip dengan pujian tak habis2 sembari berujar “Barakallahu Mbah Surip”, Allah memberkahimu Mbah Surip. Seluruh jamaah maiyah pun membalas “Amiiiin”.

Demikianlah, sosoknya sederhana dan apa adanya, mungkin karena tak terlalu punya apa2 untuk ditonjol2kan selain itu. Tapi ia punya banyak cinta dan cara untuk membuat orang lain lupa akan masalahnya dengan satu kata ajaib “I love you full”.

“I love you full” sendiri, saya kira tak mungkin dijumpai di belahan dunia sebelah manapun. Orang Inggris nun di sana pun, tentu bukan seperti itu cara mereka untuk menunjukkan cinta sepenuh hati. Dan arti kata “I love you full”, sungguh mungkin teramat luas untuk dijelaskan. Bahkan apa arti sesungguhnyapun, jangan2 Mbah Surip dan kita semua tak ada yang bisa menjelaskannya secara persis. Tapi aneh, kita meresapi maknanya begitu saja. Mungkin itulah bahasa cinta, tak perlu tata bahasa khusus untuk mengungkapkannya.

Yang menyanyikan Tak Gendong pun bukan hanya orang2 Jawa, tapi bahkan sampai orang tua dan anak2 di Sunda, Sumatera, Maluku, Papua, Kalimantan hingga bule. Dan kata2 gendong dengan aksen “tak” (aksen khas jawa untuk menunjukkan sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh saya – orang pertama tunggal) pun menyebar dengan riangnya ke seluruh penjuru bumi.

Saya sebenarnya ingin menuliskan tentang Mbah Surip dalam catatan kemarin2, terutama sejak ia melejit menjadi populer dan mendadak kaya. Apapun lah, yang penting saya mencatatnya. Hingga tadi siang, bapak saya ber-sms, bahkan hanya untuk mengabarkan Mbah Surip telah wafat.

***

Mungkin, ya, mungkin, saya kira Tuhan terlalu menyanyangi Mbah Surip. Beliau ingin orisinalitas dan kesholehan Mbah Surip tidak terlalu teracuni oleh rekayasa industri dan gonjang ganjing sosialita yang secara tiba2 menyelimutinya. Ia tidak dijadikan setinggi2nya seperti Tukul, atau sepopuler2nya layaknya Manohara yang bahkan air matanya dihargai dengan miliaran rupiah.

Cukuplah, Tuhan ingin menyebarkan bahasa cintaNya melalui Mbah Surip dengan I love you full. Ia diberi akhir yang baik, agar sejarah sempat mencatatnya. Ia meninggalkan warisan yang dengan itu ditinggalkannya (ahli waris) yang tidak keleleran untuk mencari sesuap nasi dan kehidupan yang cukup.

Mungkin ini karena doa Cak Nun juga, yang selalu bilang Barakallahu Mbah Surip. Sehingga cukuplah Mbah Surip dicelup sedikit ke dunia selebritas untuk mengenalkan bahasa cinta. Sudah itu buru2 Tuhan memanggilnya agar ia selamat dunia akherat.

Hm … mungkin, jangan2 betul demikian adanya.

Dan angan2 saya, siapa tahu malaikatpun ketika mencabut nyawanya seraya berdendang… “I love you full Mbah surip, mari kita kemon” …

Thanks to Wahyu Aji, Chief Operating Officer Media Citra

This post was written by:

Mada Mahadaya - who has written 136 posts on mahadaya.com | Strategi UKM dan Waralaba.


Contact the author

3 Comments For This Post

  1. Edhitok says:

    Nice article mas mada. I Love You Full Mbah surip

  2. Domba Garut! says:

    Nice guys often gets called back sooner, right?
    Anyhow – surely there are more of younger Mbah Surip’s on the rise.. nicely put it, and kind regards from West Africa.

  3. dinda says:

    I Love this post fuLL!

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook