UKM Harus Perhatikan Q.C.D

Posted on 03 November 2009

QCDDalam mengembangkan UKM agar sustain (bertahan dan berkembang) dan dapat memenangkan persaingan dengan perusahaan yang sudah lama eksis sudah pasti perlu keseriusan dan kefokusan. Tidak hanya dari segi konsistensi si entrepreneur atau si pengusaha, tapi juga bagaimana mengaturnya (manage). Pengaturan yang saya maksud disini adalah pengaturan secara menyeluruh dari mulai pengaturan produksi, SDM, cashflow, promosi dll. Kalau dibilang rumit, hmm… menurut saya tidak juga, toh lama-kelamaan setelah mengalami berbagai trial and error, pasti akan terbiasa.

Itulah makanya orang yang membangun bisnis dibilang “pengusaha”, ia harus bisa mengusahakan yang ada yang tidak ada, yang tidak bisa menjadi bisa.

Tapi sepengalaman saya menjalani usaha (bisnis) yang paling tidak ada teori dan parameternya adalah bagaimana membuat pelanggan (customer) itu tergantung dengan kita atau dengan kata lain yang ada di pikiran pelanggan hanyalah produk kita. Itulah bagian yang tersulit.

Kenapa saya bilang tersulit ?
Sebab karakteristik pelanggan sangatlah beragam dan tidak bisa kita terka apalagi dengan banyaknya faktor X yang tidak bisa kita prediksi (diluar masalah kompetitor dan produk substitusi).

Lalu bagaimana kita bisa memenangkan kompetisi dan membuat pelanggan “jatuh cinta”  kepada produk kita ?
Oke saya coba membagi sekadar tips yang saya dapatkan sewaktu saya mengikuti program pelatihan UKM oleh Yayasan Dharma Bakti Astra. Saat itu saya dikenalkan dengan istilah Q.C.D yaitu Quality Cost and Delivery.

Quality, artinya kita harus memiliki produk yang berkualitas baik, sesuai standar yang diminta klien (apabila pesanan) dan kita yakin bahwa produk kita memiliki jaminan bahwa kualitasnya tidak kalah dengan produk sejenis dan produk yang sudah memiliki brand kuat.

Cost, artinya produk kita memiliki harga yang cukup kompetitif, tidak terlalu mahal sesuai dengan daya beli segmen dan target pasar, harga dapat disejajarkan atau sedikit lebih murah dari produk yang sudah memiliki brand kuat, atau kita boleh memberikan harga yang lebih dari harga pasar dan komptetitor asalkan produk memiliki keunikan khusus atau limited edition.

Delivery, ini sangat penting diperhatikan. Pengiriman barang tidak hanya masalah tepat waktu, tapi juga harus sesuai dengan spesifikasi yang diminta dan kondisi yang sesuai dengan saat pemesanan. Intinya yang kita kirimkan kepada pelanggan harus tepat dan tanpa cacat sesuai dengan yang kita tawarkan. Apabila terjadi ketidakpuasan, kita harus cepat tanggap dan memberikan solusi terbaik atau jaminan untuk menggantinya. Lebih baik kita memberi pelayanan penggantian untuk ketidakpuasan daripada kita menanggung efek mulut ke mulut yang mengakibatkan bisnis kita memiliki citra yang buruk sehingga penjualan menurun.

Dengan demikian kita bisa menciptakan efek buzz marketing dan viral yang dimana dalam waktu bersamaan pula produk kita pun dikenal dengan citra yang baik.

Semoga tips tersebut bermanfaat.

Mada Azhari
CEO Inventco Netmedia Internet Marketing Company
Founder Mahadaya EnterpriseKonsultan UKM dan Waralaba

This post was written by:

Mada Mahadaya - who has written 135 posts on mahadaya.com | Strategi UKM dan Waralaba.


Contact the author

4 Comments For This Post

  1. Rizal says:

    blog nya inspiratif … semoga bisa memotivasi Mas info2nya …

  2. andry sianipar says:

    salam super,,,
    artikelnya dahsyat mas,,,
    siapa tahu saya mendapatkan inspirasi dari artikel artikel anda kebetulann kita bicara tentang hal yang mirip.
    dari uraian diatas saya memang sejak semula yakin kalau marketing sendiri berarti
    ” the art of managing the possibility ” maka seorang pebisnis di level mana saja harus berusaha melawan semau ketidakmungkinan menjadi mungkin, namun tetap dengan ridho Tuhan tentunya,,,

  3. Pongki says:

    Saya Sepakat!! Banyak pengusaha yang suka meremehkan kepuasan pelanggan. Padahal kepuasan pelanggan sebenarnya kunci dalam membuat pelanggan tergantung pada produk kita. Mereka yang sudah percaya pada satu merek umumnya nggak akan lari ke merek lain. Kalau mau usahanya bertahan lama, ya gunakan tips ini. Kalau mau bukti, tanyakan pada pengusaha-pengusaha yang udah sukses. Salah satunya yang yang mau dateng itu Brad Sugars, pengusaha dan business coach trnama dari Australia. Dia akan kasih seminar di Indonesia tanggal 26 November 2009, tepatnya di Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Kalo mau cari info ke link ini aja.

    http://b-training.co.cc/ad/redirect/11/0

    Di sana kita bisa lebih banyak tahu tentang Q.C.D ini. salam!

  4. Mada Mahadaya says:

    @ Pongki : Iya mas Pongki, saya pun sering kali mengalami hal demikian (kurang puas). Padahal itu kunci untuk membangun Viral Marketing.

Leave a Reply

Spam protection by WP Captcha-Free

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook