Salah satu syarat menjadi pengusaha adalah ia harus berfikir tidak biasa, harus jeli melihat peluang dan tepat dalam setiap pengambilan keputusan.
Kalimat simpel dan singkat didengar, namun penerapannya cukup sulit dilakukan. Pelajaran tersebut saya dapatkan di sebuah program pelatihan entrepreneurship saat-saat awal saya memilih jalan hidup menjadi seorang entrepreneur. Seiring perjalanan saya belajar mengenai entrepreneurship ternyata hal tersebut pun sesuai dengan kutipan Entrepreneur’s Credo yang mengatakan “I do not choose to be a common man, it is my right to be uncommon. I seek opportunity not security.”
Sejak saat itu saya semakin yakin bahwa entrepreneur adalah jalan hidup saya.
Bertahun-tahun sampai dengan sekarang hal tersebut terus saya asah, tidak hanya saya aplikasikan dalam usaha/bisnis saja tapi dalam segala hal di setiap lini kehidupan saya. Seperti dalam memilih sebuah fasilitas, sudah barang tentu fasilitas tersebut harus dapat menunjang aktivitas saya menjadi lebih cepat dan memberikan hasil yang terbaik.
Bicara mengenai fasilitas, kendaraan tentu menjadi salah satu fasilitas yang dapat menunjang aktivitas kita, tidak hanya aktivitas pribadi juga aktivitas bisnis. Bagi saya sebagai salah seorang diantara jutaan orang yang hidup di kota besar Jakarta, memilih kendaraan tentu haruslah tepat atau tidak cuma asal membeli atau malah cuma untuk gaya-gayaan saja.
Kita tahu Jakarta adalah kota yang tidak pernah sepi dan selalu macet dimana-mana, maka dari itu saya pun harus dapat memilih kendaraan yang sesuai dan dapat menjawab kebutuhan di kota Jakarta ini. Sebagai pengusaha muda menurut saya dalam memilih kendaraan harus memiliki 7 faktor utama yaitu :
1. Keamanan (dari segala hal)
2. Kenyamanan (dalam penggunaan)
3. Elegan (dari segi desain)
4. Responsif (untuk performa)
5. Mudah (saat perawatan)
6. Efisien (untuk konsumsi bahan bakar) dan
7. (Harus) Ramah lingkungan
Tanpa ke-7 faktor itu menurut saya memiliki kendaraan malah bukan menjadi sebuah fasilitas yang menunjang tapi (mungkin) malah menjadi beban bagi kita karena tidak sesuai kebutuhan.
Tidak sampai disitu saja, setelah kita tahu faktor-faktor apa saja sebelum memilih kendaraan yang pas, kita pun harus tahu bagaimana cara cerdas berkendara (smart driving) atau tidak cuma tahu belinya saja, seperti misalnya :
- Memakai sabuk pengaman, baik si pengendara maupun penumpang.
- Jaga jarak berkendara dengan kendaraan sekitar kita, jangan terlalu mepet.
- Melaju dengan kecepatan yang aman.
- Perhatikan persimpangan jalan. Jangan melanggar saat lampu merah atau jangan terlalu kencang saat melintas di persimpangan, meski mendapat lampu hijau.
- Selalu waspada apabila ada kendaraan lain melakukan manuver aneh dan berbahaya.
- Jangan menggunakan alat komunikasi untuk ber-SMS, ber-Facebook, apalagi chatting. Apabila ingin menggunakan alat komunikasi untuk berbicara gunakanlah handsfree, dan tetaplah berkonsentrasi.
- Jangan membawa minuman keras atau obat-obatan yang tidak jelas di dalam kendaraan, termasuk teman kita sendiri.
Efek langsung yang kita dapatkan dari cara cerdas berkendara yang utama adalah keamanan. Keamanan bagi kita pengemudi juga bagi orang lain. Selain itu, kita juga dapat mengirit konsumsi bahan bakar yang artinya kita dapat mengirit pengeluaran kita. Sedangkan efek tidak langsungnya kita pun ikut serta membantu melestarikan alam sekitar dengan memperkecil kadar polusi (ramah lingkungan).
Ini juga sesuai dengan program Driving Skills for Life (DSFL) yang sedang digalakkan oleh Ford Motor Company bersama Asia Injury Prevention (AIP) Foundation yang memberikan edukasi yang sangat aplikatif untuk meningkatkan keamanan berkendara seperti 10 tips berkendara, eco driving (berkendara efisien dan ramah lingkungan) sampai merawat kendaraan kepada para pengemudi dari berbagai umur dan latar belakang.
Yup! Semakin jelas bukan? Bahwa pilihan yang tepat (sesuai kebutuhan) untuk kita gunakan dan mengetahui yang cara yang tepat dalam menggunakannya akan memberikan hasil yang terbaik bagi kita dan sekitar kita.
Saya yakin sekali setiap orang ingin selamat dimanapun dan kapanpun dan kita bisa memulainya dari diri kita sendiri. Selamat berkendara rekan-rekan…karena nyaman dan aman di jalan raya adalah milik kita semua.
Referensi :
images source
- succesful-entrepreneur > www.bloggersworkshop.com
- macet > www.proud2ride.wordpress.com
- DSFL > www.dsflindonesia.com







November 11th, 2009 at 8:41 am
Betul bos, jangan cuma bisa beli mobil doank.
Banyak orang sekarang cuma bisa beli mobil tapi nyetirnya kayak supir truk yang ga pake aturan bikin bahaya orang lain.
Tengkyu untuk tipsnya bos.
November 11th, 2009 at 8:46 am
Wah mas mada ga cuma tokoh entrepreneur nih, tapi udah mulai jadi konsultan mobil juga hehehehe….
Kalo mau beli mobil lagi kasih tau saya mas, sapa tau mobil saya termasuk dalam 7 faktor yang mas mada bilang
sukses mas.
November 11th, 2009 at 8:50 am
thx buat tipsnya yang bermanfaat.
saya setuju banget dengan kalimat terakhir “nyaman dan aman di jalan raya adalah milik kita semua”, karena di Jakarta hampir sulit merasakan itu.
mudah2an dengan tips2 yang anda bilang, kita semakin sadar.
November 11th, 2009 at 8:54 am
Saya juga pengen aman dan nyaman di jalan raya, secara di Jakarta udah sumpek banget plus banyak orang yang ngawur
Mungkin ga ya?
November 11th, 2009 at 1:09 pm
Iyah mas Noe..Jakarta memang beragam orang2nya. Banyak yang belum bener cara berkendaranya tapi ada juga yang sdh sopan. Harapan saya sih yang belum bener itu bisa tertular jadi bener dan sopan.
Sama-sama mas
November 11th, 2009 at 1:10 pm
He3x…saya cuma sharing aja kok mas Ridwan, tapi klo tentang kendaraan cuma hobi aja.
Beli mobil lagi? Doakan aja mas, mudah2an rezekinya nambah jadi bisa nambah kendaraan juga
Sukses juga untuk mas Ridwan.
November 11th, 2009 at 1:10 pm
iya mas Joy, memang sepertinya hampir tidak mungkin tapi lo kita mulai dari diri kita sendiri, sepertinya lambat laun akan mungkin kok
November 11th, 2009 at 1:11 pm
he3x.. ya bgitulah, makanya harus dimulai dari diri kita dulu jadi bisa menularkan ke oranglain (semoga).