Beberapa hari lalu saya cukup berdebat kecil dengan tunangan saya yang menceritakan tentang seseorang yang berkeluh kesah karena dirinya tidak punya pilihan lain selain menerima pemindahan tempat bekerja oleh perusahaan dimana dia bekerja. Tunangan saya bilang kalo orang tersebut masih saja mengeluh dan merasa tidak terima atas pemindahan ini, karena sekarang ini dia sudah merasa nyaman bekerja di tempat yang sekarang.
Saya mengutarakan pemikiran saya kepada tunangan saya. Menurut saya ada 2 (dua) kemungkinan kenapa orang tersebut dipindahtempatkan oleh perusahaannya, yaitu :
1. (Mungkin) karena dia kurang baik bekerja
Mungkin perusahaannya menginginkan dia lebih baik lagi dalam bekerja , karena perusahaan melihat potensi oleh karena itu dia ditempatkan dimana terdapat orang-orang yang bagus dan lingkungan yang bagus. Simpelnya adalah jika kita ditempatkan dimana terdapat lingkungan yang bagus tentu lama kelamaan kita pun semakin bagus.
2. (Mungkin) karena dia baik bekerja
Mungkin karena perusahaannya melihat hanya dia yang cocok menempati posisi dan tempat yang bagus, dengan kata lain (mungkin) dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki teman-temannya di tempatnya yang lama. Perusahaan mungkin tidak ingin gambling mengambil orang yang tidak cakap, oleh karena itu ketika perusahaan melihat ada orang yang pas, langsung saja perusahaan memindahkannya di tempat yang sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.
Itu kalau dari segi bisnis dan hubungan antar manusianya, lalu kalau kita maknai lebih dalam dan dikaitkan dengan doa kita selama ini kepada Tuhan tentu sangat erat kaitannya.
Kita selama ini tentu berdoa dengan penuh harap agar karir dan rezeki kita diangkat lebih tinggi oleh Tuhan. Bisa jadi ini adalah jawaban doa kita selama ini. Tuhan punya hak preogratif untuk mengatur hambaNYA dengan cara yang unik, jalan yang sangat tak terduga dan penuh kejutan untuk kita.
Lalu kalau kita berkeluh kesah, protes, dan tidak terima akan segala hal yang terjadi tak terduga, itu artinya (bisa jadi) kita menolak untuk dikabulkannya doa kita dengan jalan yang Tuhan aturkan.
Memang manusia sulit untuk memahami cara Tuhan tersebut, teruslah bersyukur apapun yang terjadi tak terduga pada diri kita, karena bisa jadi itu adalah jalan yang Tuhan berikan. Tapi kalau memang kita tetap tidak terima dengan jalan yang Tuhan aturkan kepada kita, caranya pun mudah yaitu “jangan berdoa untuk diangkat karir dan rezeki kita”.
Mudah bukan ? Tapi saya yakin tidak ada orang yang berdoa seperti itu.
Saya sekedar mengutip pernyataan guru kita Aa Gym:
“tugas kita hanya meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar kita… Selebihnya biarlah Tuhan yang mengaturnya”.
Mada Azhari
CEO Inventco Netmedia – Internet Marketing Company
Founder Mahadaya Enterprise – Konsultan UKM dan Waralaba




November 11th, 2009 at 1:03 pm
Rencana Tuhan memang selalu unik untuk setiap orang. Dan rencana Tuhan itu selalu indah pada waktunya.
November 11th, 2009 at 1:12 pm
Setuju mas, Tuhan selalu tau apa yang kita butuhkan
November 12th, 2009 at 11:28 am
Ketika tangan tangan Tuhan sedang bekerja, hanya 1 yang kita punya “selalu berpositif terhadapNYA” meski kadang terasa pahit karena Allah Maha Benar atas kendakNYA.
November 14th, 2009 at 1:10 am
Yup..tapi biasanya setelah pahit akan manis rasanya
November 14th, 2009 at 8:17 pm
ya…. Tuhan akan selalu menjawab semua doa kita, tidak tahu kapan doa kita dikabulkan… apalagi dikasih jalan berliku dulu…. seperti kata bisnis… kalau gagal coba lagi karena kamu tidak tahu setelah gagal itu akan mencapai sukses yang luar biasa..
November 15th, 2009 at 7:12 pm
setuju…
memang jalan Tuhan selalu unik
November 22nd, 2009 at 4:31 pm
a nice simple post mas..
like this
November 28th, 2009 at 1:46 am
Setuju, Allah selalu bekerja dengan cara yang sangat misterius. Bahkan saat mengabulkan do’a pun terkadang ummatnya gak sadar do’anya telah di ijabah
January 19th, 2010 at 10:30 am
boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Alloh mengetahui sedang kamu tidak mengetahui,( QS: Al Baqarah: 216 )