Setiap hari pasti kita temui jalanan yang macet karena padatnya kendaraan. Kendaraan yang padat selain membuat jalan menjadi macet juga membuat emosi para pengendara pun ikut-ikutan terpengaruh. Pengendara menjadi tidaksabaran, ugal-ugalan, sodok sana sodok sini, klakson yang berkali-kali dan lain sebagainya. Intinya tanpa disadari, banyak sekali yang harus dikorbankan akibat macet tersebut.
Kemacetan memang membawa banyak kerugian…kerugian tenaga, waktu, jiwa (karena emosi), kesehatan, kendaraan (menjadi boros) dan juga lingkungan (menjadi lebih tercemar). Dengan harga BBM yang semakin kurang bersahabat sepertinya semakin lengkap konsekuensi yang harus diterima pengendara.
Sebagai pengguna kendaraan bermotor, apa yang dapat kita lakukan?
Sebenarnya masalah yang timbul dari kondisi jalanan yang semakin tak nyaman tersebut dapat kita kurangi dengan cara berkendara yang benar. Inilah Driving Skills For Life.
Driving Skills For Life adalah sebuah program yang diresmikan oleh Ford Motor Company dan bekerjasama dengan Asia Injury Prevention (AIP) Foundation yang memberikan edukasi mengemudi untuk meningkatkan keamanan pengendara dari berbagai umur dan latar belakang. Melalui program tersebut kita pun dapat terhidar dari masalah, baik yang diakibatkan oleh kita sendiri atau oleh orang lain, aman berkendara dan sekaligus memahami eco driving.
Lalu apa itu Eco-Driving ?
Pada awalnya Eco-Driving adalah istilah yang dipakai untuk gaya mengemudi yang dapat menekan konsumsi BBM alias irit BBM, namun seiring perkembangan Eco-Driving lebih dari sekedar irit BBM, tapi berhubungan dengan cara kita membangun komunikasi antar sesama pengguna jalan, lingkungan yang kita lewati, dan tentunya dengan permasalahan lingkungan dengan skala yang lebih besar. Seperti pemanasan global!
Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan dan perhatikan untuk merawat kendaraan, memelihara lingkungan yang sehat dan pengeluaran BBM lebih hemat:
FISIK:
1. Penelitian menunjukkan bahwa cuaca yang relatif lebih hangat akan membutuhkan sedikit konsumsi BBM lebih daripada cuaca yang dingin.
2. Perhatikan jalan di depan, atur kecepatan kendaraan agar tidak terlalu sering melakukan gas dan rem dalam waktu yang dekat.
3. Atur kecepatan kendaraan saat jalan menurun karena jalan menurun adalah saat yang tepat untuk meminimalisir konsumsi BBM.
4. Hindari membawa barang-barang yang tidak anda butuhkan, untuk memperingan kerja mesin.
GAYA BERKENDARA:
1. Jangan terlalu lama mendiamkan mesin kendaraan. Cara terbaik memanaskan kendaraan adalah sambil menjalankan dengan kecepatan rendah. Ketika mesin menyala dan kendaraan tidak bergerak, konsumsi BBM anda akan dapat mencapai lebih dari 3 liter per jam. Dan jika terlalu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin.
2. Hindari akselerasi dan mengerem secara mendadak. Selalu menambah dan mengurangi kecepatan dengan halus dan wajar.
3. Konsumsi BBM yang paling irit berada di antara 40 – 60 km/jam, usahakan agar kecepatan kendaraan selalu stabil, tidak turun naik secara mendadak.
4. Patuhilah batas kecepatan yang dianjurkan dalam suatu area.
5. Matikan AC saat jendela terbuka. Menyalakan AC akan menyedot lebih banyak listrik dan beban bagi mesin kendaraan.
6. Aggressive driving (gaya mengemudi yang agresif), lebih banyak menghabiskan BBM daripada cara yang wajar. Menjadi seorang aggressive driving, bukan hanya buruk bagi kesehatan mental dan kondisi kendaraan, namun juga membuat orang lain tidak merasa nyaman.
7. Perhatikan keadaan psikologis ketika berkendara, suasana hati yang tidak tenang atau tidak nyaman seharusnya tidak menjadi alasan untuk berkendara secara buruk dan ugal-ugalan.
RENCANAKAN PERJALANAN:
1. Pelajari rute yang akan ditempuh, perhatikan jarak dan waktu tempuh ke tujuan.
2. Usahakan agar mengunjungi tempat yang jauh terlebih dahulu, lalu yang dekat dalam perjalanan pulang. Perjalanan dekat dalam kondsi mesin dingin lebih banyak ‘memakan’ BBM.
PERAWATAN:
1. Periksalah tekanan ban, tekanan ideal dapat mengirit 5 – 10% konsumsi BBM.
2. Ganti oli mesin kendaraan dengan teratur, dan konsultasikan jenis oli yang paling cocok. Lakukan tune-up secara berkala.
3. Catatlah pengeluaran anda untuk belanja BBM berikut jarak tempuh perhari, untuk mempelajari cara yang lebih efektif dalam berkendara.
Menghemat dan mengurangi konsumsi BBM tidak hanya baik bagi keuangan anda, namun juga baik bagi lingkungan. Ingatlah, apa yang baik bagi lingkungan, baik juga bagi kita.
Mungkin kita selalu tertarik dengan kendaraan yang cepat dan handal hingga menganggap kecepatan merupakan hal utama dalam berkendara. Memang tidak ada salahnya jika kita ingin memiliki kendaraan yang cepat dan handal. Namun ketika kecepatan ternyata mengorbankan kenyamanan dan keselamatan orang lain dan diri kita sendiri, maka coba melambatlah, perhatikan lingkungan yang anda lewati, dan nikmatilah perjalanan anda. Jadikan kenyamanan dan keamanan di jalan raya milik kita semua, karena setiap perjalanan seharusnya indah bukan sekedar sampai tujuan.
Referensi Image :
Macet > GoGirl.com
Eco-Driving > keetsa.com




November 30th, 2009 at 7:40 am
Menurut saya, satu hal lain yang perlu dipertimbangkan saat kita terjebak macet adalah kondisi lingkungan yang teduh dan nyaman. Andaikan di sepanjang jalan di sisi kiri dan kanannya banyak ditanami pohon yang rindang niscaya rasa capek saat macet akan banyak berkurang. Untuk itu mari kita galakkan program tanam seribu pohon, melalui prinsip 1 orang 1 pohon.