Tag Archive | "bisnis"

Potensi Kita Masih Tumbuh Atau Sudah Berhenti ?

Tags: , , , , , , ,


“Kematangan emosi dan kedewasaan seseorang bukanlah dari usia, tapi dari sikapnya dan bagaimana ia menghadapi dan menyikapi masalah dengan cara yang bijaksana dan menyelesaikannya”. (Mada Mahadaya, 2009)


Bagaimana cara anda menerima informasi hari ini ?
Ada yang bilang dari televisi, radio, internet dan lain-lain

Pertanyaan kedua adalah, berapa banyak dari informasi yang anda terima tadi, yang bisa meningkatkan potensi anda untuk berkembang menjadi lebih baik?
Tidak mudah menjawab pertanyaan kedua ini, mungkin karena informasi yang kita terima sebagian besar adalah hal-hal yang berkaitan dengan dunia luar atau tentang hal-hal yang ada hubungannya dengan pekerjaan kita, dan hanya sedikit yang berhubungan dengan peningkatan potensi diri kita.

Menurut penelitian, secara fisiologis, tubuh kita bertumbuh paling pesat saat kita di usia 5 hingga 18 tahun, dan kemudian melambat, sampai akhirnya terhenti rata-rata di usia 30 tahun. Sejalan dengan fisik, emosi dan potensi kita pun juga terus tumbuh sejak kita lahir, dan mempunyai potensi akan terus tumbuh sampai kita sendiri yang menghentikannya. Yang sering terjadi adalah, kita tidak sadar bahwa tanpa sengaja kita sendirilah yang `menghentikan’ pertumbuhan potensi kita.

Kapan itu? Saat kita memutuskan untuk berhenti belajar.

Bagi kita yang pernah menginjakkan kaki di bangku kuliah, biasanya kita akan berhenti belajar begitu lulus. Semua buku-buku kuliah kita bundel dan kita pack dalam kardus atau kita sumbangkan ke adik kelas, dan masuklah kita di dunia kerja dengan bekal yang kita rasa sudah cukup untuk memulai karir.

Jika anda bertanya, “Lho, bukankah kita berhenti belajar karena bekalnya sudah cukup ?”, Ya memang, tapi itu secara akademis. Dan bersamaan dengan itu pula otak bawah sadar kita juga terpengaruh dengan kata “BERHENTI”, sehingga akan menolak informasi lain yang masuk ke diri kita.

Contoh kecilnya begini….Coba lihat ke selera musik anda. Siapakah penyanyi idola anda? Apabila anda lulus dari bangku kuliah tahun 60 atau 70-an, kecil kemungkinan anda mengidolakan Michael Jackson, Britney Spears, dan penyanyi lain era tahun 2000-an. Saya yakin, sebagian besar dari anda yang lulus kuliah tahun 60-70-an pasti idola anda adalah Elvis Presley. Lalu, apa artinya ? Begini….Pada saat otak anda masih terbuka untuk belajar, maka otak anda juga terbuka untuk informasi yang lain. Saat anda `berhenti belajar’ pada waktu lulus kuliah, maka biasanya anda juga tidak begitu antusias lagi mengikuti perkembangan musik, apalagi sudah disibukkan oleh pekerjaan dan selera musik anda akan tetap berada pada saat di bangku kuliah tersebut.

So..Bagaimana agar otak bawah sadar kita tetap up to date?

MENGIKUTI PERKEMBANGAN ZAMAN

Perubahan yang terjadi di sekitar kita begitu cepat, baik dari sisi sosial, teknologi maupun ekonomi. Kita tidak perlu tahu semuanya, tapi setidaknya kita bisa mengikuti kearah mana perkembangannya, bahasa kerennya : jangan kuper dan keep up to date.


MELIHAT & MENYELESAIKAN MASALAH DARI SISI YANG BERBEDA

Dalam hal ini, cobalah perlakukan dengan sikap yang berbeda meski dengan masalah sama, cobalah pikirkan solusi yang berbeda dari yang biasanya anda lakukan.

Atau cobalah nilai dari sisi lain, jangan posisikan anda selalu benar dan posisikan anda pada orang lain. Apabila anda berinisiatif melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda, bisa jadi anda akan menemukan solusi lain yang lebih jitu.

JADILAH SEORANG EXPERT DI BIDANG ANDA

Anda suka memasak misalnya ?
Jadilah seorang yang expert (ahli) dalam memasak, minimal di rumah anda sendiri. Daripada hanya memasak yang itu-itu saja, cobalah menu-menu baru yang belum pernah anda coba sebelumnya, ini akan memaksa anda keluar dari comfort zone, membuat potensi memasak kita terus bertumbuh.

Semakin baik potensi anda tumbuh, semakin baik kreativitas anda dalam mengembangkan sesuatu yang kecil menjadi sesuatu yang besar.


Mada
Founder Mahadaya Enterprise
CEO Inventco Netmedia
Managing Partner MediaCitra

Punya Uang dan Punya Waktu

Tags: , , , , , , , , ,


Kemarin saya berjalan-jalan ke FB-nya mas Baban Sarbana, salah satu senior saya di IPB yang luar biasa perjalanan hidupnya. Menurut notes-nya, beliau memaparkan suatu hal yang tidak baru tapi masih menarik untuk disimak.

Paling tidak, ada 4 kondisi manusia yang membedakan satu dengan yang lainnya. Terkait dengan kemampuan pengelolaan waktu dan uang.

TIDAK MEMILIKI WAKTU DAN TIDAK MEMILIKI UANG

Anda sibuk dengan kegiatan tapi sebenarnya tidak memiliki uang. Kondisi ini dimiliki oleh buruh atau pegawai kecil yang penghasilannya sangat pas-pasan. Read the full story

FREE TIKET SEMINAR FINANCIAL REVOLUTION

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin?

Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara finansial?

Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?

Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download

1. eBook 24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
2. FREE TIKET Seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,- (tanggal 12 s/d 14 Juni 2009)

DOWNLOAD BURUAN (Sebelum Habis) KLIK DISINI..!!

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook