Tag Archive | "Media Strategist"

From Keyword to Business Idea

Tags: , , , , , , , , , ,


Keyword research is incredibly effective for market research because the main reason people use search engines is to find solutions to their problems. And people with problems might be willing to pay money to solve them.

But there are so many ways of expressing the same problem. “Cat food” could also be “cat treats,” “food for kitty,” “organic cat food.” Someone who needs to feed a cat could use any of those terms in their search, or hundreds of others. That means there’s a mountain of data about what people are searching for–and it’s all waiting to be analyzed. That’s why initial keyword research is a crucial first step if you’re just starting an online business.

Low-cost research tools, like Keyword Discovery, Wordtracker, and BeBiz, make sense of all the data the search engines provide. With that knowledge, you can uncover untapped niche markets by finding problems a lot of people are seeking answers to–and not getting many results. If you find a hungry market first, and develop a product to serve that market, you’ve already won half the battle.

Step for Keyword research

1. Use one word to describe a passion or interest, e.g., dog.

2. Combine your interest word with “how” to generate problem statements in your keyword research tool, e.g., “how dog.” We use Google’s free AdWords Keyword Tool for this brainstorming process.

3. Record the “action words” that come up, e.g., “how wash dog,” “how housetrain dog.”. These are terms that people are using to search the internet to solve a problem they have.

4. From that list, choose some problems that you have the interest, knowledge, or skill to solve, e.g., “train dog.”

5. Find as many ways as possible to express your interest word and your action word, e.g., training, educate, teach, show, obedience, commands, stop. To find similar terms quickly and easily, try entering each term into Thesaurus.com or the new Google Sets.

6. Enter your interest-plus-action phrases into your paid keyword tool–you’ll get a long list of real searches that people are doing in the area you’re focusing on, e.g., “stop Pomeranian yapping,” “teach dog cute tricks,” “paper train puppy.”

7. Organize the top keywords into groups according to the action being performed, e.g., barking, basic obedience, tricks, housetraining, professional dog training, puppy training, etc.–now you have some pretty specific problems you can investigate.

8. Look for the largest clusters and add up the number of actual searches–a large cluster with lots of searches is worth exploring further because it indicates that a large number of people are trying to solve the same problem.

You might not find a serious money-making niche the first few times you go through the process, but keep going. You’ll find one eventually, and you’ll get faster and better at it the more you do it.
Once your business is established, you’ll continue to use keyword research. You’ll look for the keywords that will attract the people who are most likely to buy your products, and you’ll use those keywords throughout your web pages.

You’ll use those same keywords in your advertising, and every time you reach out to new audiences via social networks or article distribution. You’ll build special landing pages based on keywords to attract targeted traffic to your opt-in offer or products.

When you’ve mastered the keyword research process, you’ve unlocked the door to online success.

source : entrepreneur.com

Mada
Founder Mahadaya Enterprise
CEO Inventco Netmedia
Managing Partner MediaCitra



Uncommitment = Unprofessional in Business

Tags: , , , , , , , , ,


Menurut Wikipedia :

Commitment means to duty or pledge to something or someone, and can refer to:

Personal commitment, interaction dominated by obligations. These obligations may be mutual, or self-imposed, or explicitly stated, or may not. Distinction is often made between commitment as a member of an organization (such as a sporting team, a religion, or as an employee), and a personal commitment, which is often a pledge or promise to ones’ self for personal growth.

Organizational commitment can mean something pledged by an organization as opposed to its members.

Professional, it may also refer to a person having impressive competence in a particular activity. Reasonable work moral and motivation.  Having interest and desire to do a job well as well as holding positive attitude towards the profession are important elements in attaining a high level of professionalism.

Sejak saya memasuki dunia bisnis, kata komitmen dan profesional adalah kata kunci sekaligus kata mati bagi siapapun yang memasuki dunia bisnis (meski tidak hanya di bidang bisnis saja). Siapapun yang terjun ke dalam dunia tersebut, ya mau tidak mau harus memiliki integritas tinggi terhadap dua hal tersebut. Atau ekstremnya kalau tidak memiliki kedua hal tersebut, siap-siaplah tergusur atau tersingkirkan.

Bagi saya sendiri, kata komitmen bukan berarti hanya memiliki rasa tanggungjawab terhadap pekerjaan atau profesi, tapi juga rasa memiliki yang mendarah daging atas pekerjaan atau profesi yang kita jalani. Bukan dihitung dari berapa kali anda masuk kantor, berapa kali anda absen atau berapa kali anda mengerjakan tugas, tapi lebih jauh dari itu. Komitmen dalam pekerjaan atau profesi juga tidak dinilai dari segi pendapatan atau income yang kita terima atau seberapa besar anda dibayar, tapi seberapa besar tanggungjawab anda untuk melakukan yang terbaik dengan hasil yang terbaik yang dapat anda capai.

Profesional berasal dari kata profesi, namun bagi saya profesionalitas bukan semata-mata dinilai dari kemampuan (skill) yang kita miliki. Profesional juga merupakan sikap kita bertindak dalam menjalani profesi kita, dapat memposisikan diri sebagai apa dan bagaimana bersikap, dan dapat memilah mana yang masalah pribadi dan mana yang masalah profesi atau tidak mencampuradukkan antara masalah pribadi dan profesi.

Ada yang bilang “setiap orang punya hati dan perasaan, kalau ada masalah pasti pikiran dan hati/perasaan akan terganggu”. Ya saya setuju, saya pun manusia, tapi justru disinilah diuji keprofesionalitasan kita. Apa kita bisa memilah dan memposisikan diri atau malah terlena dan membawa segalanya menjadi rusak karena masalah pribadi kita ?

Menurut buku “Berbisnis dengan Hati” yang saya baca karangan Aa Gym dan Hermawan Kartajaya yang mengulas pendekatan spiritual dalam bisnis, dalam menjalankan bisnis apapun haruslah memakai prinsip-prisip yang sesuai hati nurani yakni kebeningan, dalam hal ini adalah kejujuran, keadilan, dan saling menguntungkan. Namun harus tetap berkomitmen memberikan hasil yang terbaik, bersikap profesional, dan tidak mencampuradukkan masalah bisnis ke dalam hati (dimasukkan dalam hati) atau sebaliknya.

Saya pun setuju dengan hal tersebut. Apalagi ditambah kompetisi bisnis yang sangat padat dan “kejam” sekarang ini. Dalam bisnis, semua harus dapat terpisah, mana yang masalah pribadi dan mana yang masalah bisnis.

Business is business, everything in business only ruled by business it self.
Business is business no heart feeling at all.

Kalau kita masih membawa masalah pribadi ke dalam bisnis, atau masalah bisnis ke dalam hati yang mengakibatkan merusak komitmen dan goal dalam setiap kegiatan bisnis, apalagi sampai silaturahmi menjadi terganggu cuma karena masalah tersebut, menurut saya…Kita belum mencapai kedewasaan dalam berbisnis.


Mada
Owner AirOksigen.com
Editor in Chief PassionMagz.com
Community Relations LintasAlumni.com

Potensi Kita Masih Tumbuh Atau Sudah Berhenti ?

Tags: , , , , , , ,


“Kematangan emosi dan kedewasaan seseorang bukanlah dari usia, tapi dari sikapnya dan bagaimana ia menghadapi dan menyikapi masalah dengan cara yang bijaksana dan menyelesaikannya”. (Mada Mahadaya, 2009)


Bagaimana cara anda menerima informasi hari ini ?
Ada yang bilang dari televisi, radio, internet dan lain-lain

Pertanyaan kedua adalah, berapa banyak dari informasi yang anda terima tadi, yang bisa meningkatkan potensi anda untuk berkembang menjadi lebih baik?
Tidak mudah menjawab pertanyaan kedua ini, mungkin karena informasi yang kita terima sebagian besar adalah hal-hal yang berkaitan dengan dunia luar atau tentang hal-hal yang ada hubungannya dengan pekerjaan kita, dan hanya sedikit yang berhubungan dengan peningkatan potensi diri kita.

Menurut penelitian, secara fisiologis, tubuh kita bertumbuh paling pesat saat kita di usia 5 hingga 18 tahun, dan kemudian melambat, sampai akhirnya terhenti rata-rata di usia 30 tahun. Sejalan dengan fisik, emosi dan potensi kita pun juga terus tumbuh sejak kita lahir, dan mempunyai potensi akan terus tumbuh sampai kita sendiri yang menghentikannya. Yang sering terjadi adalah, kita tidak sadar bahwa tanpa sengaja kita sendirilah yang `menghentikan’ pertumbuhan potensi kita.

Kapan itu? Saat kita memutuskan untuk berhenti belajar.

Bagi kita yang pernah menginjakkan kaki di bangku kuliah, biasanya kita akan berhenti belajar begitu lulus. Semua buku-buku kuliah kita bundel dan kita pack dalam kardus atau kita sumbangkan ke adik kelas, dan masuklah kita di dunia kerja dengan bekal yang kita rasa sudah cukup untuk memulai karir.

Jika anda bertanya, “Lho, bukankah kita berhenti belajar karena bekalnya sudah cukup ?”, Ya memang, tapi itu secara akademis. Dan bersamaan dengan itu pula otak bawah sadar kita juga terpengaruh dengan kata “BERHENTI”, sehingga akan menolak informasi lain yang masuk ke diri kita.

Contoh kecilnya begini….Coba lihat ke selera musik anda. Siapakah penyanyi idola anda? Apabila anda lulus dari bangku kuliah tahun 60 atau 70-an, kecil kemungkinan anda mengidolakan Michael Jackson, Britney Spears, dan penyanyi lain era tahun 2000-an. Saya yakin, sebagian besar dari anda yang lulus kuliah tahun 60-70-an pasti idola anda adalah Elvis Presley. Lalu, apa artinya ? Begini….Pada saat otak anda masih terbuka untuk belajar, maka otak anda juga terbuka untuk informasi yang lain. Saat anda `berhenti belajar’ pada waktu lulus kuliah, maka biasanya anda juga tidak begitu antusias lagi mengikuti perkembangan musik, apalagi sudah disibukkan oleh pekerjaan dan selera musik anda akan tetap berada pada saat di bangku kuliah tersebut.

So..Bagaimana agar otak bawah sadar kita tetap up to date?

MENGIKUTI PERKEMBANGAN ZAMAN

Perubahan yang terjadi di sekitar kita begitu cepat, baik dari sisi sosial, teknologi maupun ekonomi. Kita tidak perlu tahu semuanya, tapi setidaknya kita bisa mengikuti kearah mana perkembangannya, bahasa kerennya : jangan kuper dan keep up to date.


MELIHAT & MENYELESAIKAN MASALAH DARI SISI YANG BERBEDA

Dalam hal ini, cobalah perlakukan dengan sikap yang berbeda meski dengan masalah sama, cobalah pikirkan solusi yang berbeda dari yang biasanya anda lakukan.

Atau cobalah nilai dari sisi lain, jangan posisikan anda selalu benar dan posisikan anda pada orang lain. Apabila anda berinisiatif melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda, bisa jadi anda akan menemukan solusi lain yang lebih jitu.

JADILAH SEORANG EXPERT DI BIDANG ANDA

Anda suka memasak misalnya ?
Jadilah seorang yang expert (ahli) dalam memasak, minimal di rumah anda sendiri. Daripada hanya memasak yang itu-itu saja, cobalah menu-menu baru yang belum pernah anda coba sebelumnya, ini akan memaksa anda keluar dari comfort zone, membuat potensi memasak kita terus bertumbuh.

Semakin baik potensi anda tumbuh, semakin baik kreativitas anda dalam mengembangkan sesuatu yang kecil menjadi sesuatu yang besar.


Mada
Founder Mahadaya Enterprise
CEO Inventco Netmedia
Managing Partner MediaCitra

Projek Lama + Projek Baru = Komitmen Baru + Tim Baru

Tags: , , , , , , ,


Hari ini, saya seharian di Media Citra.

Saya berbicara dengan COO Media Citra mengenai rencana projek media cetak sebuah komunitas yang sedang berkembang di Jakarta, dan karena beliau ingin meeting, akhirnya kita pending pembicaraan tersebut.

Lalu, pembicaraan berlanjut antara saya dan Nandi (CEO). Pembicaraan kita adalah mengenai projek-projek yang tengah berjalan dan juga projek yang akan datang. Berkenaan dengan projek yang sedang berjalan ternyata ada beberapa proses produksi yang miss sehingga mengakibatkan CEO turun langsung untuk menghandel masalah redaksi dan timeline produksi..Hmmm…Seru dan juga cukup tegang.

Hari ini pun kita mendatangkan tim dadakan baru karena sepertinya dengan adanya beberapa projek baru kita memerlukan tambahan SDM agar konsentrasi tim yang lain tidak terganggu dengan projek-projek baru tersebut.

Dari ceritanya, beliau (CEO) menjamin kepada klien untuk masalah-masalah berkaitan dengan produksi dan quality control, sampai-sampai semua tim produksi pun tidak libur sabtu-minggu karena harus mengejar deadline dan kualitas.

Yup…Kita (Media Citra), mau tidak mau harus berkomitmen terhadap apapun yang menjadi tanggungjawab kita sebagai partner. Sebab di era kompetisi yang amat ketat ini, mempertahankan klien akan lebih sulit daripada sekedar mencari klien baru.

Sekali lagi komitmen sangatlah penting dalam bisnis, tidak hanya dalam bisnis ini juga bisnis lainnya. Bukan cuma menjanjikan sesuatu yang besar dan bagus, tapi hasilnya tidak memuaskan. Kalau seperti itu, saya jamin hanya citra buruklah yang akan didapat.


Mada
Founder Mahadaya Enterprise
CEO Inventco Netmedia
Managing Partner MediaCitra

Punya Uang dan Punya Waktu

Tags: , , , , , , , , ,


Kemarin saya berjalan-jalan ke FB-nya mas Baban Sarbana, salah satu senior saya di IPB yang luar biasa perjalanan hidupnya. Menurut notes-nya, beliau memaparkan suatu hal yang tidak baru tapi masih menarik untuk disimak.

Paling tidak, ada 4 kondisi manusia yang membedakan satu dengan yang lainnya. Terkait dengan kemampuan pengelolaan waktu dan uang.

TIDAK MEMILIKI WAKTU DAN TIDAK MEMILIKI UANG

Anda sibuk dengan kegiatan tapi sebenarnya tidak memiliki uang. Kondisi ini dimiliki oleh buruh atau pegawai kecil yang penghasilannya sangat pas-pasan. Read the full story

HelloTxt.com, Satu Tempat Untuk Mengupdate Berbagai Social Network & Microblogging

Tags: , , , , , ,


Berkat info dari Paman Tyo dan Zam mengenai HelloTxt.com, hari ini saya mencoba fasilitas tersebut.

Intinya HelloTXT.com ini hampir sama dengan Ping.FM yakni sebuah web yang memfasilitasi kita untuk mengupdate status profil kita di berbagai Social Network (seperti : Facebook, Friendster, LinkedIn dll) dan MicroBlogging (seperti : Plurk, Twitter, dll).

Bagi para pebisnis (entrepreneur) atau para netwokers (online maupun offline) dengan adanya HelloTXT.com sangat-sangat menguntungkan karena untuk mengupdate informasi apapun menjadi lebih mudah dan lebih cepat, kita tidak perlu masuk satu per satu (sign in) ke web jejaring sosial (social network) atau microblogging yang kita miliki.

Selain itu ternyata aplikasi ini juga terdapat pada aplikasi facebook (facebook application) pada bagian kiri bawah. Jadi kalaupun kita malas membuka web HelloTxt.com kita bisa langsung melakukan update dari Facebook melalui aplikasi tersebut.

Meski ada yang mengatakan apabila kita keseringan mengupdate status profil termasuk orang yang menyebalkan, namun menurut saya dalam era Web 2.0, memberikan informasi yang penting sangatlah perlu dilakukan (bukan berarti bernarsis ria).

Hellotxt

Untuk daftarnya (sign up) cukup mudah kok, seperti halnya daftar email saja.

So…selamat mencoba!

Mada
CEO Inventco.net – Web Optimizer
Owner AirOksigen.com
Editor in Chief PassionMagz.com
Community Relations LintasAlumni.com

Entrepreneurs Can Change The World

Tags: , , ,


Do you remember when you were a kid ?
And you thought you could do anything ?
YOU STILL CAN.

Because a lot of what we consider IMPOSSIBLE is easy to overcome.
Because in case you havent noticed, we live in a place where ONE INDIVIDUAL CAN MAKE A DIFFERENCE.

Want Proof ? Read the full story

“Pacarku” Yang Baru

Tags: , , , , ,


Menjalani aktivitas bisnis yang serba cepat dan akses tidak terbatas, dalam keseharian saya selalu tidak bisa lepas dengan yang namanya handphone dengan fasilitas yang lebih, atau yang sering kita dengar Smartphone. Walau smartphone saya bukan tergolong smartphone yang baru dan masa kini, tapi selama ini saya merasa cukup dalam menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada didalamnya, terutama fasilitas internet dengan jaringan 3G yang saya gunakan untuk email, chatting, plurking dan browsing (kadang-kadang).

Tapi semakin lama aktivitas saya semakin “ga punya toleransi”. Saya selalu merasa “padat” dengan segala kesibukan yang hampir 80%-nya memerlukan akses internet dimanapun dan kapanpun. Lama-kelamaan keadaan ini ternyata membuat saya cukup kewalahan.

Sempat terlintas di kepala saya untuk mengganti gadget pendukung aktivitas saya dengan sebuah gadget yang konon sedang trend-trend-nya sekarang ini, yakni blekberi (blackberry). Saya sempatkan untuk mencari informasi dari orang-orang yang sudah menggunakan perangkat tersebut, namun ada sisi yang ternyata kurang SREG di hati saya untuk sekarang ini menggunakan blekberi, yaitu Read the full story

Kebersamaan Lintas Media Dimensi dan Inventco

Tags: , , , , , ,


Hari ini kantor Lintas Media Dimensi (LintasAlumni.com) kedatangan Arham, sang Blogpreneur yang juga Chief Innovation Officer of Inventco. Sampai di kantor Lintas Media, Arham langsung kita “todong” untuk mentraktir kita, karena hari ini penghasilan dari bisnis internetnya (google adsense) cair!!

(lanjutannya foto-fotonya masih ada lho….)

Read the full story

Grup Band (pun) Menggunakan Teknologi Live Chat

Tags: , , , , , ,


Bagi sebagian orang terutama orang-orang yang ada di kota besar, sepertinya internet sudah tidak bisa lepas dari yang namanya internet?

Tidak heran lagi kalo internet digunakan untuk bermacam kepentingan bahkan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang sudah kenal atau belum mengenal kita.

Contohnya nih….
Siapa sih yang ga tau Band D’MASIV ? Klo belum atau nggak tau berarti harus mulai browsing-browsing deh. Band D’MASIV ini akan melakukan suatu terobosan baru untuk para penggemarnya yaitu acara dengan menggunakan teknologi internet ini. Acaranya adalah :


Jadi gini detil jalan ceritanya :
- Setiap orang bisa login dan ikutan chatting (daftar dulu tentunya)
- Nanti akan ada moderatornya
- Nah ini yang paling OKE, yaitu ada : QUIZ!!
Ada 10 CD AMLW & 5 CD D Masiv yang mau dibagiin (bisa dijual kalo ngak suka)
- Yang berhak dapat hadiah adalah yang menyimak jalannya chatting dan bisa jawab
pertanyaan dari moderator.

Kalo nggak suka sama D’MASIV paling nggak kita bisa tau teknologi yang dipakai dan gimana serunya jalannya acara LIVE CHAT ini…
Patut dicoba bukan??

Disini ikutan chattingnya : Klik ini!

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook