Tag Archive | "New Wave Marketing"

Appreciation Lunch with Hermawan Kartajaya

Tags: , , , ,


new-wave-marketingSabtu lalu saya mendapat kehormatan sebagai salah satu blogger yang diundang oleh MarkPlusInc. untuk makan siang bersama Hermawan Kartajaya (HK).

Dalam makan siang yang diselingi dengan networking saya bertemu beberapa rekan yang sudah saya kenal baik seperti Pitra, Ollie dan suami, Ilman, Edo, Leonita. Sebagiannya lagi saya baru mengenal di hari itu antara lain Andi S Budiman CIO dari Plasa.com, Hendry Gunawan, dll

Setelah makan siang, kami (para blogger, media dan beberapa tamu kehormatan lain) berbicang-bincang dengan pak Hermawan, mulai dari cerita-cerita saat MarkPlus Conference, rencana tema MarkPlus Conference yang akan datang, New Wave Marketing, Spiritual Marketing sampai dengan sharing kasus perkasus yang terjadi di dunia maya ini.

Yang menarik saat sharing adalah bahwa semakin kesini perkembangan dunia marketing semakin berkembang ke arah horizontal atau dalam pengertian semakin tanpa batas (borderless) dan terbuka.

Peranan dunia online pun semakin jelas terasa. Kasus demi kasus yang aktual dan menimbulkan efek pengaruh yang luar biasa berawal dari dunia online yang tanpa batas. Kita lihat saja seperti : Kasus Bom Kuningan yang melahirkan Indonesia Unite!, Kasus Bibit-Chandra (Cicak Vs Buaya), Kasus Prita, sampai-sampai kasus Luna Maya Vs Infotainment.

Di dunia branding dan advertising pun juga terjadi demikian, lihatlah contoh online campaign Joy Tea, Counter Black Campaign Esia, Mizone (NgapainAjaSeru.com), Bask dengan Sarah Aprilia-nya, A Mild Live Wanted Blogosphere, bahkan sampai dengan online campaign saat pencalonan Presiden yang lalu.

Memang keberhasilan dari sebuah kampanye atau promosi tidak serta merta dilakukan di dunia online saja, tapi offline pun perlu dikemas dengan apik dan dilakukan. Kalau saya  meminjam istilah dari New Wave Marketing “Online menciptakan sebuah Experience, dan Offline menghasilkan Intimacy”.

Semua kembali ke pilihan Anda, tetap stay dengan cara dan gaya marketing konvensional (Legacy) atau bertransformasi ke cara dan gaya marketing yang lebih interaktif dan exciting ?

Tulisan lain yang berhubungan klik disini.

Mada Azhari
Founder Mahadaya Enterprise
Founder Inventco Netmedia – Internet Marketing

PS : Tulisan ini juga ditulis di Blog Inventco.net

Merek yang Efisien Melalui Efektivitas Branding

Tags: , , ,


brandingEra New Wave mendorong merek tidak hanya kuat dan perkasa saja tapi juga harus efisien. Penyebabnya, para pemilik merek semakin menyadari betapa tidak akan ada habisnya jika terus berlomba meraih market share, mind share, dan heart share.

Dulu, untuk meningkatkan awareness hanya bisa dilakukan dengan menggunakan media konvensional seperti televisi, radio, media cetak dan sebagainya. Sekarang di Era New Wave, persaingan sudah luar biasa “menggila”, dan media pun semakin beragam untuk dimainkan, baik media konvensional maupun media digital. Pemilik merek, harus kreatif dalam memilih dan memainkan media-media tersebut dalam membangun merek yang efisien.

Gerilya pemasaran salah satu contoh kreatif yang bisa dilakukan untuk menyiasati persaingan yang “menggila” tersebut, selain menghemat anggaran, juga sangat mungkin menggerogoti lawan dan memberikan hasil yang maksimal, seperti community development melalui berbagai kanal media (konvensional dan digital), menggabungkan brand lain yang saling berkomplementer (co-branding), aktivitas sosial, aktivitas ritel dan sebagainya.

Pada level keinginan membangun merek yang efektif dan efisien, aktivitas branding jangan lagi dipisahkan pada segmentasi dan targeting. Jika segmentasi dan targeting sudah jelas, barulah disusun positioning, diferensiasi, brand. Sebab ketiga hal ini (positioning, diferensiasi dan brand) tidak dapat diutak-utik lagi, dalam komunikasi hal ini harus konsisten. Seperti misalnya produk sabun LUX yang sejak awal tidak berubah mewakili sebagai sabun kecantikan. Setelah semua itu tercapai barulah masuk ke 4P (product, price, placement, promotion) atau marketing mix, karena hanya inilah yang bisa dimainkan.

Dari sisi segmentasi, sebenarnya masih dapat disiasati dengan menggerakkan merek ke arah mikrosegmentasi. Selama ini banyak sekali pemilik merek selalu terbentur pada pasar yang sama, sehingga pasar ini sangat crowded dan konsumen merasakan overcommunicated atau overmessage. Oleh karena itu jangan sama-sama “berteriak” atau bermain pada pasar yang sama. Segeralah keluar dari crowd dan carilah pasar yang baru.  Seperti yang dilakukan oleh Unilever yang mengupas segmen yang semakin spesifik dan semakin kecil. Dulu shampo dikomunikasikan hanya sebatas membersihkan rambut, tapi semakin lama tidak lagi demikian. Sunsilk misalnya yang masuk untuk segmen orang-orang yang menggunakan kerudung, rambut keriting dan lain sebagainya. Intinya, segmentasinya semakin fokus dan dimikrokan, maka strategi komunikasinya pun semakin fokus. Dengan demikian, secara keseluruhan nilai (value) dari sebuah merek akan lebih tinggi dari sebelumnya.

Selain kreatif, pemilik merek juga harus memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan produktivitas yang diraih, hal ini untuk merinci seberapa banyak target dan besar efeknya.  Namun jangan  sampai prinsip efisiensi dari segi anggaran branding justru malah mengorbankan efektivitasnya.

Pengembangan merek akan efisien jika hasilnya efektif, artinya setiap kegiatan branding dan pemasaran harus bisa mencapai target yang diinginkan, baik dari segi konsumen maupun bisnis. Dengan pemilihan target konsumen yang lebih detil dan lebih teliti, memahamai perilaku mereka, bagaimana mereka berinteraksi, apa saja kebiasaan mereka dan apa saja yang dilakukan mereka.

“Tanpa mengenal lebih jauh dan lebih dalam  dari pelanggan yang kita tuju, maka akan sulit menyusun strategi yang efektif dan efisien. Riset dan observasi harus dilakukan secara terus-menerus.”

Dari sanalah kita menentukan point of context dari brand terhadap konsumen, dengan demikian efektivitas branding pun dapat dicapai.

markplus2009

Tulisan ini sebagai insight terhadap brand untuk menambahkan pada artikel New Wave Marketing disiniFrom Bloggers @ MarkPlus Conference 2010.

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook