<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mahadaya.com &#124; Strategi UKM dan Waralaba &#187; Profesional</title>
	<atom:link href="http://mahadaya.com/tag/profesional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahadaya.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Dec 2010 11:44:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Uncommitment = Unprofessional in Business</title>
		<link>http://mahadaya.com/2009/06/05/uncommitment-unprofessional-in-business/</link>
		<comments>http://mahadaya.com/2009/06/05/uncommitment-unprofessional-in-business/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 13:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Mahadaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[commitment in business]]></category>
		<category><![CDATA[googlepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Media Strategist]]></category>
		<category><![CDATA[Profesional]]></category>
		<category><![CDATA[profesionalitas]]></category>
		<category><![CDATA[professional in business]]></category>
		<category><![CDATA[uncommitment]]></category>
		<category><![CDATA[unprefessional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadaya.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Wikipedia :
Commitment means to duty or pledge to something or someone, and can refer to:
Personal commitment, interaction dominated by obligations. These obligations may be mutual, or self-imposed, or explicitly stated, or may not. Distinction is often made between commitment as a member of an organization (such as a sporting team, a religion, or as [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fmahadaya.com%2F2009%2F06%2F05%2Funcommitment-unprofessional-in-business%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fmahadaya.com%2F2009%2F06%2F05%2Funcommitment-unprofessional-in-business%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Menurut <a href="http://en.wikipedia.org">Wikipedia :</a></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em><strong>Commitment</strong> means to duty or pledge to something or someone, and can refer to:</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em><strong>Personal commitment</strong>, interaction dominated by obligations. These obligations may be mutual, or self-imposed, or explicitly stated, or may not. Distinction is often made between commitment as a member of an organization (such as a sporting team, a religion, or as an employee), and a personal commitment, which is often a pledge or promise to ones&#8217; self for personal growth.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em><strong>Organizational commitment</strong> can mean something pledged by an organization as opposed to its members.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><em><strong>Professional</strong>, it may also refer to a person having impressive competence in a particular activity. Reasonable work moral and motivation.  Having interest and desire to do a job well as well as holding positive attitude towards the profession are important elements in attaining a high level of professionalism.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Sejak saya memasuki dunia bisnis, kata <strong>komitmen dan profesional</strong> adalah kata kunci sekaligus kata mati bagi siapapun yang memasuki dunia bisnis (meski tidak hanya di bidang bisnis saja). Siapapun yang terjun ke dalam dunia tersebut, ya mau tidak mau harus memiliki integritas tinggi terhadap dua hal tersebut. Atau ekstremnya kalau tidak memiliki kedua hal tersebut, siap-siaplah tergusur atau tersingkirkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Bagi saya sendiri, kata <strong>komitmen</strong> bukan berarti hanya memiliki rasa tanggungjawab terhadap pekerjaan atau profesi, tapi juga rasa memiliki yang mendarah daging atas pekerjaan atau profesi yang kita jalani. Bukan dihitung dari berapa kali anda masuk kantor, berapa kali anda absen atau berapa kali anda mengerjakan tugas, tapi lebih jauh dari itu. Komitmen dalam pekerjaan atau profesi juga tidak dinilai dari segi pendapatan atau income yang kita terima atau seberapa besar anda dibayar, tapi seberapa besar tanggungjawab anda untuk melakukan yang terbaik dengan hasil yang terbaik yang dapat anda capai.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Profesional</strong> berasal dari kata profesi, namun bagi saya <a href="http://mahadaya.com/tinggalkan-profesionalisme-jadilah-expert/2008/09/08">profesionalitas</a> bukan semata-mata dinilai dari kemampuan (skill) yang kita miliki. Profesional juga merupakan sikap kita bertindak dalam menjalani profesi kita, dapat memposisikan diri sebagai apa dan bagaimana bersikap, dan dapat memilah mana yang masalah pribadi dan mana yang masalah profesi atau tidak mencampuradukkan antara masalah pribadi dan profesi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Ada yang bilang &#8220;setiap orang punya hati dan perasaan, kalau ada masalah pasti pikiran dan hati/perasaan akan terganggu&#8221;. Ya saya setuju, saya pun manusia, tapi justru disinilah diuji keprofesionalitasan kita. Apa kita bisa memilah dan memposisikan diri atau malah terlena dan membawa segalanya menjadi rusak karena masalah pribadi kita ?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Menurut buku <strong>&#8220;Berbisnis dengan Hati&#8221; </strong>yang saya baca karangan<strong> Aa Gym dan Hermawan Kartajaya </strong>yang mengulas pendekatan spiritual dalam bisnis, dalam menjalankan bisnis apapun haruslah memakai prinsip-prisip yang sesuai hati nurani yakni kebeningan, dalam hal ini adalah kejujuran, keadilan, dan saling menguntungkan. Namun harus tetap berkomitmen memberikan hasil yang terbaik, bersikap profesional, dan tidak mencampuradukkan masalah bisnis ke dalam hati (dimasukkan dalam hati) atau sebaliknya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Saya pun setuju dengan hal tersebut. Apalagi ditambah kompetisi bisnis yang sangat padat dan &#8220;kejam&#8221; sekarang ini. Dalam bisnis, semua harus dapat terpisah, mana yang masalah pribadi dan mana yang masalah bisnis. </span></p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><em>Business is business, everything in business only ruled by business it self.<br />
Business is business no heart feeling at all.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;">Kalau kita masih membawa masalah pribadi ke dalam bisnis, atau masalah bisnis ke dalam hati yang mengakibatkan merusak komitmen dan goal dalam setiap kegiatan bisnis, apalagi sampai silaturahmi menjadi terganggu cuma karena masalah tersebut, menurut saya&#8230;Kita belum mencapai kedewasaan dalam berbisnis.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000000;"><strong>Mada</strong><br />
Owner <a href="http://airoksigen.com/">AirOksigen.com </a><br />
Editor in Chief <a href="http://passionmagz.com/">PassionMagz.com</a><br />
Community Relations <a href="http://lintasalumni.com/">LintasAlumni.com</a></span><br />
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/11/11/tuhan-punya-cara-unik-menjawab-doa-kita/'>Tuhan Punya Cara Unik Menjawab Doa Kita</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/02/potensi-kita-masih-tumbuh-atau-sudah-berhenti/'>Potensi Kita Masih Tumbuh Atau Sudah Berhenti ?</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/09/kita-diciptakan-sempurna-lho/'>Kita Diciptakan SEMPURNA Lho&#8230;</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/archives/'>Archives</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/07/03/kerja-itu-cuma/'>Kerja Itu Cuma&#8230;..</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/02/potensi-kita-masih-tumbuh-atau-sudah-berhenti/'>Potensi Kita Masih Tumbuh Atau Sudah Berhenti ?</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/05/24/punya-uang-dan-punya-waktu/'>Punya Uang dan Punya Waktu</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/11/11/tuhan-punya-cara-unik-menjawab-doa-kita/'>Tuhan Punya Cara Unik Menjawab Doa Kita</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/09/kita-diciptakan-sempurna-lho/'>Kita Diciptakan SEMPURNA Lho&#8230;</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/07/from-keyword-to-business-idea/'>From Keyword to Business Idea</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadaya.com/2009/06/05/uncommitment-unprofessional-in-business/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tinggalkan Profesionalisme (Jadilah EXPERT)</title>
		<link>http://mahadaya.com/2008/09/08/tinggalkan-profesionalisme-jadilah-expert/</link>
		<comments>http://mahadaya.com/2008/09/08/tinggalkan-profesionalisme-jadilah-expert/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 23:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Mahadaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Bola Salju]]></category>
		<category><![CDATA[Expert]]></category>
		<category><![CDATA[Profesional]]></category>
		<category><![CDATA[Profesionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[To Be]]></category>
		<category><![CDATA[To Have]]></category>
		<category><![CDATA[Valensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahadaya.wordpress.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya membaca sebuah artikel dari seorang Trainer luar biasa mas Jamil Azzaini (Trainer&#38;Inspirator KUBIK yang juga ternyata satu almamater dengan saya di IPB), mengenai Profesionalisme Vs Expert.
MOTIVASI adalah kata yang mendorong kita dalam melakukan sesuatu. Apa yang memotivasi anda datang ke kantor setiap hari untuk bekerja atau berbisnis? Income? Jabatan? Pengakuan? Tanggung jawab? dll&#8230;
Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fmahadaya.com%2F2008%2F09%2F08%2Ftinggalkan-profesionalisme-jadilah-expert%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fmahadaya.com%2F2008%2F09%2F08%2Ftinggalkan-profesionalisme-jadilah-expert%2F" height="61" width="51" /></a></div><p style="text-align: justify;">Kemarin saya membaca sebuah artikel dari seorang Trainer luar biasa mas <a href="http://jamil.niriah.com/">Jamil Azzaini</a> (Trainer&amp;Inspirator KUBIK yang juga ternyata satu almamater dengan saya di <a href="http://www.ipb.ac.id/id/">IPB</a>), mengenai Profesionalisme Vs Expert.</p>
<p>MOTIVASI adalah kata yang mendorong kita dalam melakukan sesuatu. Apa yang memotivasi anda datang ke kantor setiap hari untuk bekerja atau berbisnis? Income? Jabatan? Pengakuan? Tanggung jawab? dll&#8230;</p>
<p>Jika kita pikirkan lebih dalam, motivasi adalah hasil kali antara To Be, To Have dan Valensi (Motivasi = To Be x To Have x Valensi)</p>
<p>* To Be : keinginan kita menjadi atau prestasi (misal : menjadi manajer, kepala bagian, Chief dll)<br />
* To Have : keinginan kita untuk memiliki (misal : penghasilan 200 juta setahun, rumah, mobil dll)<br />
* Valensi : keinginan meningkatkan kualitas diri kita (misal : peningkatan ilmu, pengalaman, aktualisasi dll)</p>
<p>Jadi semakin tinggi Valensi, Tobe, dan To Have maka akan semakin tinggi motivasi hidup anda. Semakin tinggi motivasi hidup, maka akan semakin sukseslah anda.</p>
<p>Rumus tersebut adalah benar, namun tidak memiliki dimensi jangka panjang atau tidak memiliki istilah ”bola salju”, dan sangat tidak mencerminkan SUKSES MULIA.</p>
<p>Sekarang coba renungkan kalimat ini :</p>
<p>”Profesionalisme bisa menjadi alasan kenapa seseorang tidak mampu menciptakan prestasi-prestasi besar“</p>
<p>Memang terasa cukup aneh, namun coba sekarang kita pahami dulu kata per kata berikut :<br />
<span id="more-225"></span><br />
Profesionalisme adalah sikap yang dilakukan dan ditunjukkan oleh seorang profesional. Profesional sendiri berasal dari kata profesi, yang berarti pekerjaan yang dilakukan secara spesifik dan memerlukan kemampuan khusus sehingga seorang yang profesional akan mendapat bayaran tertentu karena menjalankan profesinya tersebut.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>Seorang petinju, walau dia menekuni bidang tersebut dan menjadi ahli dalam bertinju, tetapi tetap disebut sebagai petinju amatir apabila dia tidak mendapatkan bayaran yang layak dari aktivitas bertinjunya. Dia baru menjadi seorang profesional, apabila dia mendapatkan bayaran yang pantas untuk kelas bertinjunya.</p>
<p>Dengan demikian, seorang profesional mengikuti rumus motivasi jangka pendek (To Be x To Have x Valensi). To Be ditunjukkan dari prestasi pekerjaannya, To Have ditunjukkan dari pengharapan terhadap bayaran yang diterimanya, sedangkan Valensi ditunjukkan dari kemampuan yang dimilikinya.</p>
<p>Profesionalisme adalah benar. Tetapi profesionalisme memiliki kelemahan, karena unsur To Have tadi, dan To Have bisa mengganggu serta menghambat parameter To Be dan Valensi.</p>
<p>Jadi dalam profesionalisme, unsur To Have masih sangat terasa. Seorang profesional akan mengerjakan pekerjaan yang dipercayakannya sesuai dengan bayaran yang ia terima. Jika ia memperoleh kesepakatan dibayar Rp 10 juta, maka dia akan melakukan pekerjaan tersebut dengan mengeluarkan energi senilai Rp 10 juta, tidak lebih, yang padahal dia bisa melakukan pekerjaan yang sama dengan kualitas yang lebih baik. Itulah kelemahan profesionalisme.</p>
<p>Prestasi kerja kita seringkali dibatasi oleh besaran uang yang diterima. Selain itu, sebagai seorang profesional, dia hanya akan mau melakukan pekerjaan-pekerjaan besar apabila bayarannya dianggap sesuai.</p>
<p>Berbeda dengan seorang EXPERT, seorang expert adalah orang yang berorientasi pada pencapaian To Be dan peningkatan Valensi. Dia adalah orang yang terus menerus ingin menambah prestasi dalam profesinya. Pada saat yang sama ia terus meningkatkan keahliannya dalam bidang tersebut. Seorang expert tidak terlalu memperdulikan To Have yang akan diperolehnya. Baginya, melakukan pekerjaan sebaik mungkin adalah motivasinya.</p>
<p>Menjadi expert bersedia dibayar lebih rendah untuk sebuah pekerjaan namun tidak akan membatasi kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Baginya To Have pasti akan diperoleh sebagai hasil dari pekerjaannya itu. Namun seorang Expert akan menempatkan To Have yang didapat sebagai asetnya untuk meraih To Be dan Valensi yang lebih tinggi.</p>
<p>Itulah mengapa…</p>
<p>* Bill Gates (Microsoft) memberikan fasilitas email gratis dan fasilitas update gratis<br />
* Larry Page dan Sergey Brin (Google) memberikan mesin pencari gratis dan aplikasi gratis<br />
* Alex Ferguson (MU) menjadi pelatih sepak bola junior internasional gratis<br />
* M. Yunus (Grameen Bank) berjuang demi peningkatan ekonomi dunia dengan memberikan pinjaman tanpa jaminan dan pembayaran lunak</p>
<p>Mereka memberikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan, dan untuk hasilnya&#8230;anda bisa menilai sendiri bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mada Azhari</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>CEO Inventco Netmedia (</em><a href="http://inventco.net/"><em>www.inventco.net</em></a><em>)<br />
Strategic Director creativemediamaker (</em><a href="http://creativemediamaker.com/"><em>www.creativemediamaker.com</em></a><em>)<br />
Founder Hotspot Community (</em><a href="http://hotspoters.net/"><em>www.hotspoters.net</em></a><em>)</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://mahadaya.com/archives/'>Archives</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2007/09/05/ketika-anda-bingung-untuk-memulai-usaha/'>Ketika Anda Bingung Memulai Usaha</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/05/24/punya-uang-dan-punya-waktu/'>Punya Uang dan Punya Waktu</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2007/06/29/jangan-remehkan-profesi-anda-saat-ini/'>Jangan Remehkan Profesi Anda Saat Ini</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/10/09/ide-bisnis-dari-rumah-inspirasi-buku-101-tanpa-kantor/'>Ide Bisnis Dari Rumah (Inspirasi Buku 101 Tanpa Kantor)</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/05/uncommitment-unprofessional-in-business/'>Uncommitment = Unprofessional in Business</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/11/11/tuhan-punya-cara-unik-menjawab-doa-kita/'>Tuhan Punya Cara Unik Menjawab Doa Kita</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/09/kita-diciptakan-sempurna-lho/'>Kita Diciptakan SEMPURNA Lho&#8230;</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/06/02/potensi-kita-masih-tumbuh-atau-sudah-berhenti/'>Potensi Kita Masih Tumbuh Atau Sudah Berhenti ?</a></li>
<li><a href='http://mahadaya.com/2009/05/24/punya-uang-dan-punya-waktu/'>Punya Uang dan Punya Waktu</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahadaya.com/2008/09/08/tinggalkan-profesionalisme-jadilah-expert/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

