Tag Archive | "Waralaba"

UKM Harus Perhatikan Q.C.D

Tags: , , , , , ,


QCDDalam mengembangkan UKM agar sustain (bertahan dan berkembang) dan dapat memenangkan persaingan dengan perusahaan yang sudah lama eksis sudah pasti perlu keseriusan dan kefokusan. Tidak hanya dari segi konsistensi si entrepreneur atau si pengusaha, tapi juga bagaimana mengaturnya (manage). Pengaturan yang saya maksud disini adalah pengaturan secara menyeluruh dari mulai pengaturan produksi, SDM, cashflow, promosi dll. Kalau dibilang rumit, hmm… menurut saya tidak juga, toh lama-kelamaan setelah mengalami berbagai trial and error, pasti akan terbiasa.

Itulah makanya orang yang membangun bisnis dibilang “pengusaha”, ia harus bisa mengusahakan yang ada yang tidak ada, yang tidak bisa menjadi bisa.

Tapi sepengalaman saya menjalani usaha (bisnis) yang paling tidak ada teori dan parameternya adalah bagaimana membuat pelanggan (customer) itu tergantung dengan kita atau dengan kata lain yang ada di pikiran pelanggan hanyalah produk kita. Itulah bagian yang tersulit.

Kenapa saya bilang tersulit ?
Sebab karakteristik pelanggan sangatlah beragam dan tidak bisa kita terka apalagi dengan banyaknya faktor X yang tidak bisa kita prediksi (diluar masalah kompetitor dan produk substitusi).

Lalu bagaimana kita bisa memenangkan kompetisi dan membuat pelanggan “jatuh cinta”  kepada produk kita ?
Oke saya coba membagi sekadar tips yang saya dapatkan sewaktu saya mengikuti program pelatihan UKM oleh Yayasan Dharma Bakti Astra. Saat itu saya dikenalkan dengan istilah Q.C.D yaitu Quality Cost and Delivery.

Quality, artinya kita harus memiliki produk yang berkualitas baik, sesuai standar yang diminta klien (apabila pesanan) dan kita yakin bahwa produk kita memiliki jaminan bahwa kualitasnya tidak kalah dengan produk sejenis dan produk yang sudah memiliki brand kuat.

Cost, artinya produk kita memiliki harga yang cukup kompetitif, tidak terlalu mahal sesuai dengan daya beli segmen dan target pasar, harga dapat disejajarkan atau sedikit lebih murah dari produk yang sudah memiliki brand kuat, atau kita boleh memberikan harga yang lebih dari harga pasar dan komptetitor asalkan produk memiliki keunikan khusus atau limited edition.

Delivery, ini sangat penting diperhatikan. Pengiriman barang tidak hanya masalah tepat waktu, tapi juga harus sesuai dengan spesifikasi yang diminta dan kondisi yang sesuai dengan saat pemesanan. Intinya yang kita kirimkan kepada pelanggan harus tepat dan tanpa cacat sesuai dengan yang kita tawarkan. Apabila terjadi ketidakpuasan, kita harus cepat tanggap dan memberikan solusi terbaik atau jaminan untuk menggantinya. Lebih baik kita memberi pelayanan penggantian untuk ketidakpuasan daripada kita menanggung efek mulut ke mulut yang mengakibatkan bisnis kita memiliki citra yang buruk sehingga penjualan menurun.

Dengan demikian kita bisa menciptakan efek buzz marketing dan viral yang dimana dalam waktu bersamaan pula produk kita pun dikenal dengan citra yang baik.

Semoga tips tersebut bermanfaat.

Mada Azhari
CEO Inventco Netmedia Internet Marketing Company
Founder Mahadaya EnterpriseKonsultan UKM dan Waralaba

Tabloid Info Waralaba September 2009 : Menyibak Berbagai Sebab Kegagalan Bisnis Waralaba

Tags: , , , , , , , , ,


Untuk kali ke-2 saya diminta oleh Tabloid Info Waralaba sebagai narasumber. Sebelumnya saya diminta untuk memberikan pandangan mengenai Potensi Waralaba Laundry Kiloan, untuk kali ini saya diminta memberi tanggapan pada rubrik Bedah Waralaba yang berjudul “Menyibak Berbagai Sebab Kegagalan Bisnis Waralaba”.

tabloid-infowaralaba
Saya menjelaskan secara rinci beberapa faktor yang bisa menyebabkan waralaba gagal atau tidak bisa berkembang. Dari mulai faktor pewaralaba (brand owner), terwaralaba (pembeli waralaba) sampai dengan faktor pasar.

PIC-0158

Kali ini saya disandingkan dengan Ibu Evi Diah Puspitawati, beliau adalah Kepala Pengembangan WALI (Waralaba dan Lisensi Indonesia). Untuk jelasnya silakan Anda baca lengkapnya di Tabloid Info Waralaba Edisi 006/Th I/04-07 September 2009.

Sebelum Anda mewaralabakan usaha Anda atau Anda ingin membeli waralaba, sebaiknya cari tahu informasi secara lengkap dahulu, dan Tabloid Waralaba edisi kali ini dapat menjawab itu semua.

Mada
Founder Mahadaya Enterprise – SMEs Consultant
CEO Inventco Netmedia – Internet Marketing Company
Managing Partner MediaCitra – Corporate Communication Partner

Franchise-kan Usaha Anda

Tags: , ,


franchisePola waralaba menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan sukses. Apa saja persyaratan sebuah usaha bisa difranchisekan?

Punya usaha sukses dan ingin memiliki jaringan yang luas pilihannya ada dua; buka cabang atau difranchisekan. Jika pilihannya jatuh kepada yang pertama, pengusaha dituntut untuk memiliki dana yang besar, SDM yang cukup dan managemen yang dikelola sendiri. Tetapi, jika dana yang dimiliki tidak cukup untuk membuka cabang, dan SDM yang tidak memadai untuk ditempatkan di berbagai cabaang, masih ada cara lain, yaitu difranchisekan.

Saat ini ternyata banyak pengusaha yang sukses memilih pola waralaba  dalam mengembangkan bisnisnya. Memang sih,  menggunakan pola waralaba berarti Anda harus siap berbagi profit dengan para investor atau pembeli hak waralaba (franchise).  Berbeda jika Anda buka cabang sendiri, seluruh profit akan masuk ke kantong Anda sendiri.

Tetapi pola waralaba menjadi cara yang tepat bagi pengusaha yang memiliki keterbatasan finansial. Kenapa? Karena modal yang dikelurkan untuk membuka outlet baru, modal kerja dan biaya perijinan semuanya ditanggung oleh pembeli hak waralaba.  Malah justru franchisee menjadi sumber pendapatan baru bagi franchisor dari pembayaran franchise  fee dan royalty fee.

Keterbatasan SDM juga bisa diatasi karena dengan waralaba, berarti franchisor memperoleh para talent bisnis terbaik di masing-masing teritori untuk mengembangkan bisnis. Mereka itu adalah pengusaha lokal sebagai peminat waralaba (franchisee) yang Anda tawarkan. Selain itu, Anda tidak dipusingkan dengan pengelolaan karyawan karena sepenuhnya menjadi tanggung jawab franchisee.  Keterbatasan managemen juga bukan persdoalan besar. Sebab, pengelolaan outlet milik franchisee dilakukan secara independen. Pengelolaan rantai usaha menjadi unit-unit bisnis mandiri.

Lalu, kapan usaha Anda bisa difranchisekan? Lazimnya sebuah bisnis, maka produk yang Anda jual harus bisa diterima oleh para customer. Dalam hal ini, waralaba yang Anda jual harus memenuhi beberapa kenetuan sehingga para pemburu hak waralaba bisa melirik milik Anda. Apa saja itu?

Pertama, usaha yang Anda bangun harus sukses dahulu. Ukuran sukses tidak hanya dalam hitungan bulan. Paling tidak, franchisor perlu membuktikan masa sukses usahanya dalam tiga tahun terakhir. Kurang dari itu, belum menjadi reason bagi bagi calon investor untuk membelinya.

Kedua, memastikan bahwa franchisee bisa berhasil. Artinya, usaha yang dibangun oleh franchisor sangat menguntungkan dan trennya memperlihatkan kinerja penjualan yang terus meningkat. Jangan sampai niatan Anda hanya sekedar untuk mendapatkan franchise fee atau menerapkan target jangka pendek tanpa mempertimbangkan faktor franchisee.

Ketiga, bisnis tersebut bisa dioperasikan oleh investor.  Anda atau staf Anda harus bisa melatih calon investor untuk menjalankan usaha tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Keempat, Anda harus punya petunjuk manual untuk semua operasi  usaha, baik harian, mingguan dan bulanan.. Tujuannya, agar franchisee bisa menjalankan usaha tersebut sesuai petunjuk manual secara sistimatis seperti yang Anda lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Kelima, produk yang Anda jual harus punya daya tarik pasar dalam jangka waktu yang panjang. Sejumlah produk memiliki lifecircle yang sangat pendek, terutama untuk produk-produk fesyen. Anda harus memikirkan  konsep produk sehingga bisa bertahan lama  di pasaran. Karena itu, produk Anda harus punya differensiasi atau keunikan tersendiri.

Keenam,  Bisa dijalankan di berbagai tempat. Artinya, usaha tersebut bisa dijalankan di berbagai tempat sesuai dengan persyaratan usaha dan bisa dipindahkan lokasinya ke tempat lain, termasuk juga ke luar negeri.

Ketujuh,  usaha Anda harus punya potensi pasar yang cukup agar bisa dinikmati oleh para franchisee. Dalam hal ini, franchisee juga harus bisa meraih laba yang wajar setelah menyetorkan modal pertamanya untuk pendirian usaha. Jangan sampai margin yang ditarik franchisor terlalu tinggi sehingga merugikan franchisor.

Kedelapan, Usaha tersebut sudah didaftarkan dengan nama atau mereknya. Ini harus dilakukan tidak hanya untuk melindungi usaha Anda, tetapi juga para franchisor yang menggunakan merek Anda.

Terakhir, sebagai franchisor Anda harus punya SDM dan sumber dana yang memadai untuk men-supporst usaha Anda ke depannya.

- dari berbagai sumber -

Mada
Founder Mahadaya Enterprise – SMEs Consultant
CEO Inventco Netmedia – Internet Marketing Company
Managing Partner MediaCitra – Corporate Communication Partner

Tabloid Info Waralaba Juni 2009 : Menguntungkan Bila Menyasar di Daerah yang Banyak Aktivitasnya

Tags: , , , ,


PIC-0157

Seperti yang pernah saya utarakan, kalau saya diminta oleh Tabloid Info Waralaba edisi perdana 26 Juni – 9 Juli 2009 untuk mmberikan pandangan mengenai potensi Laundry Kiloan sekarang dan di masa datang. Inti dari yang saya jabarkan mengenai waralaba Laundry Kiloan tersebut masihlah potensial asalkan kita menyasar daerah (lokasi) yang tepat dengan social economics status (SES) yang sesuai.

tabloid-infowaralaba-1

Lengkapnya silakan baca Tabloid Info Waralaba Edisi Perdana yang terbit akhir bulan Juni 2009.

Mada
Founder Mahadaya Enterprise – SMEs Consultant
CEO Inventco Netmedia – Internet Marketing Company
Managing Partner MediaCitra – Corporate Communication Partner

Wawancara (Via Email) Oleh Tabloid Info Waralaba

Tags: , , , ,


Akhir minggu lalu (awal bulan Juni) saya dikontak oleh wartawan dari Tabloid Info Waralaba dengan mba Restu.

Beliau meminta saya secara khusus untuk membahas mengenai Laundry kiloan yang marak dalam kurun waktu terakhir ini. Karena waktu yang sudah dekat dengan deadline maka saya diminta untuk memberi tanggapan mengenai potensi waralaba Laundry Kiloan tersebut melalui email.

Berikut pertanyaan dan jawaban saya untuk Tabloid Info Waralaba :

1. Menurut bapak, bagaimana prospek kedepan untuk usaha Laundry kiloan yang sekarang sudah menjamur dimasyarakat?

Dari segi prospek, Laundry Kiloan akan terus berkembang meski pemainnya semakin banyak.

2. Apakah usaha ini bisa bertahan? Kenapa?

Tentu…karena mencuci adalah kegiatan yang sudah jelas merupakan kebutuhan yang setiap hari (selalu dilakukan) dan ditambah semakin inginnya orang-orang merasakan kepraktisan di tengah kesibukan dan semakin sempitnya waktu dengan harga yang tidak mahal.

3. Kalau ada yang gugur/ gagal mempertahankan usaha tersebut, bagaimana cara untuk menghindarinya?

Bisnis laundry kiloan adalah bisnis service/jasa, tentu parameter yang sangat utama adalah servicenya itu sendiri. Kalau pelayanannya baik, tepat waktu, kualitasnya baik, ramah dalam melayani dan ditunjang dengan harga yang kompetitif, tentu pelanggan menjadi loyal. Apalagi jika ada sebuah terobosan yang bisa lebih memanjakan pelanggan, misal langsung diambil dan diantar, layanan SMS dan juga garansi (garansi tepat waktu dan garansi apabila ada kerusakan)

4. Selanjutnya strategi yang tepat untuk pemasarannya seperti apa?

Dari segi pemasaran, menurut saya dapat ditinjau dari 2 aspek :

a. Aspek pemasaran ke pelanggan (customer)
kalau tujuannya adalah meningkatkan pelanggan baru dan loyalitas pelanggan lama, tentu diperlukan strategi yang dapat menciptakan efek BUZZ Marketing, misalnya melakukan promosi lewat brosur yang berkala dan promo-promo sewaktu-waktu (occasinally) dan juga promosi mulut lewat mulut. Selain itu cobalah menciptakan komunitas dari pelanggan, misal berbentuk kegiatan bersama.

b. Aspek pemasaran bisnis
kalau tujuannya adalah meningkatkan pola kerjasama bisnis (waralaba atau Business Opportunity), strategi yang tepat dapat dengan cara mengikuti acara-acara dari komunitas ke komunitas yang potensial, tujuannya untuk menarik calon pebisnis Laundry Kiloan, mengundang ke seminar yang lebih lengkap atau survay/tour langsung ke tempat bisnis tersebut berjalan, sehingga calon pebisnis dapat melihat langsung jalannya bisnis tersebut.

5. Bagaimana untuk persaingan/kompetitornya tersebut?

Persaingan dengan laundry konvensional pasti terjadi tapi biarkan pelanggan yang menentukan sendiri mana yang lebih cocok untuknya. Tinggal bagaimana para pelaku bisnis kiloan mengkomunikasikan dan mengemas bisnisnya agar lebih menarik bagi pelanggan.

Persaingan dengan sesama bisnis kiloan yang paling terlihat adalah persaingan harga, namun menurut saya jangan sampai kita terjebak dengan persaingan ini yang lama kelamaan menciptakan sebuah crowd dimana bisnis ini semakin lama semakin tdk mencerminkan layaknya bisnis yang menjual jasa dan semakin terlihat “murahan”, ujung-ujungnya pelayanan tidak diperhatikan karena mengejar harga murah.

6. Menurut bapak, kira-kira lokasi yang tepat didaerah mana, yang bagaimana?

Untuk masalah lokasi relatif, karena berkaitan dengan social economic status (SES)
Kalau kita menyasar kelas A dan B tentu lokasi yang baik adalah tempat tinggal (perumahan, kos-kosan, apartemen) yang cukup elit. Tapi tentu tantangannya akan terjadi persaingan dengan Laundry konvensional.

Kalau kita menyasar kelas B- s/d C tentu lokasi yang tepat adalah lokasi dimana banyak orang yang sibuk atau banyak aktivitas, seperti perumahan kelas menengah dan kos-kosan kelas menengah.

Selain dari parameter SES dan faktor tipe calon pelanggan (dalam hal ini adalah orang-orang yang menginkan kepraktisan), dari kedua tempat tersebut tentu juga harus memperhatikan kemudahan akses menuju tempat laundry dan trafik (jumlah pengunjung).

Sekedar informasi bahwa Tabloid Info Waralaba kali ini adalah edisi pertama yang terbit setiap dwi mingguan dan saya bersyukur diberi kehormatan untuk mengisinya.

Mada
Founder Mahadaya Enterprise – SMEs Consultant
CEO Inventco Netmedia – Internet Marketing Company
Managing Partner MediaCitra – Corporate Communication Partner

Bisnis Baru Lahir…..Bisnis Properti

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,


Setelah berminggu-minggu mencari partner dan mengumpulkan data…. Bisnis Properti yang mudah-mudahan akan menjadi besar lahir.

Latar belakangnya cukup simpel…. Saya sering berharap dan berdoa dalam hati, “suatu saat saya ingin punya properti di Bandung”.

Mudah-mudahan bisnis yang diamanatkanNYA kepada saya ini menjadi jalan untuk mewujudkan impian saya tersebut.

So… ada yang mau juga punya rumah/properti di kota Bandung dan sekitarnya ? Cuma cukup klik! Properti Bandung

MADA

Chief of Business PT MEDIA CITRA (http://www.ptmediacitra.com)
Founder ENTREPRENEUR PARTNER (http://www.entrepreneurpartner.wordpress.com)
Founder FFI CLUB – Klub Hemat Bensin – (www.hematbensin.com)
Owner Properti Bandung (www.propertibandung.multiply.com)

Franchise Development Consultant KEBAB TURKI BABA RAFI (www.babarafi.com)

Achievement


- -

Mada Mahadaya on Facebook