Tinggalkan Profesionalisme (Jadilah EXPERT)

Kemarin saya membaca sebuah artikel dari seorang Trainer luar biasa mas Jamil Azzaini (Trainer&Inspirator KUBIK yang juga ternyata satu almamater dengan saya di IPB), mengenai Profesionalisme Vs Expert.

MOTIVASI adalah kata yang mendorong kita dalam melakukan sesuatu. Apa yang memotivasi anda datang ke kantor setiap hari untuk bekerja atau berbisnis? Income? Jabatan? Pengakuan? Tanggung jawab? dll…

Jika kita pikirkan lebih dalam, motivasi adalah hasil kali antara To Be, To Have dan Valensi (Motivasi = To Be x To Have x Valensi)

* To Be : keinginan kita menjadi atau prestasi (misal : menjadi manajer, kepala bagian, Chief dll)
* To Have : keinginan kita untuk memiliki (misal : penghasilan 200 juta setahun, rumah, mobil dll)
* Valensi : keinginan meningkatkan kualitas diri kita (misal : peningkatan ilmu, pengalaman, aktualisasi dll)

Jadi semakin tinggi Valensi, Tobe, dan To Have maka akan semakin tinggi motivasi hidup anda. Semakin tinggi motivasi hidup, maka akan semakin sukseslah anda.

Rumus tersebut adalah benar, namun tidak memiliki dimensi jangka panjang atau tidak memiliki istilah ”bola salju”, dan sangat tidak mencerminkan SUKSES MULIA.

Sekarang coba renungkan kalimat ini :

”Profesionalisme bisa menjadi alasan kenapa seseorang tidak mampu menciptakan prestasi-prestasi besar“

Memang terasa cukup aneh, namun coba sekarang kita pahami dulu kata per kata berikut :

Profesionalisme adalah sikap yang dilakukan dan ditunjukkan oleh seorang profesional. Profesional sendiri berasal dari kata profesi, yang berarti pekerjaan yang dilakukan secara spesifik dan memerlukan kemampuan khusus sehingga seorang yang profesional akan mendapat bayaran tertentu karena menjalankan profesinya tersebut.

Contoh :

Seorang petinju, walau dia menekuni bidang tersebut dan menjadi ahli dalam bertinju, tetapi tetap disebut sebagai petinju amatir apabila dia tidak mendapatkan bayaran yang layak dari aktivitas bertinjunya. Dia baru menjadi seorang profesional, apabila dia mendapatkan bayaran yang pantas untuk kelas bertinjunya.

Dengan demikian, seorang profesional mengikuti rumus motivasi jangka pendek (To Be x To Have x Valensi). To Be ditunjukkan dari prestasi pekerjaannya, To Have ditunjukkan dari pengharapan terhadap bayaran yang diterimanya, sedangkan Valensi ditunjukkan dari kemampuan yang dimilikinya.

Profesionalisme adalah benar. Tetapi profesionalisme memiliki kelemahan, karena unsur To Have tadi, dan To Have bisa mengganggu serta menghambat parameter To Be dan Valensi.

Jadi dalam profesionalisme, unsur To Have masih sangat terasa. Seorang profesional akan mengerjakan pekerjaan yang dipercayakannya sesuai dengan bayaran yang ia terima. Jika ia memperoleh kesepakatan dibayar Rp 10 juta, maka dia akan melakukan pekerjaan tersebut dengan mengeluarkan energi senilai Rp 10 juta, tidak lebih, yang padahal dia bisa melakukan pekerjaan yang sama dengan kualitas yang lebih baik. Itulah kelemahan profesionalisme.

Prestasi kerja kita seringkali dibatasi oleh besaran uang yang diterima. Selain itu, sebagai seorang profesional, dia hanya akan mau melakukan pekerjaan-pekerjaan besar apabila bayarannya dianggap sesuai.

Berbeda dengan seorang EXPERT, seorang expert adalah orang yang berorientasi pada pencapaian To Be dan peningkatan Valensi. Dia adalah orang yang terus menerus ingin menambah prestasi dalam profesinya. Pada saat yang sama ia terus meningkatkan keahliannya dalam bidang tersebut. Seorang expert tidak terlalu memperdulikan To Have yang akan diperolehnya. Baginya, melakukan pekerjaan sebaik mungkin adalah motivasinya.

Menjadi expert bersedia dibayar lebih rendah untuk sebuah pekerjaan namun tidak akan membatasi kualitas dan kuantitas pekerjaannya. Baginya To Have pasti akan diperoleh sebagai hasil dari pekerjaannya itu. Namun seorang Expert akan menempatkan To Have yang didapat sebagai asetnya untuk meraih To Be dan Valensi yang lebih tinggi.

Itulah mengapa…

* Bill Gates (Microsoft) memberikan fasilitas email gratis dan fasilitas update gratis
* Larry Page dan Sergey Brin (Google) memberikan mesin pencari gratis dan aplikasi gratis
* Alex Ferguson (MU) menjadi pelatih sepak bola junior internasional gratis
* M. Yunus (Grameen Bank) berjuang demi peningkatan ekonomi dunia dengan memberikan pinjaman tanpa jaminan dan pembayaran lunak

Mereka memberikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan, dan untuk hasilnya…anda bisa menilai sendiri bukan?

Mada Azhari

CEO Inventco Netmedia (www.inventco.net)
Strategic Director creativemediamaker (
www.creativemediamaker.com)
Founder Hotspot Community (
www.hotspoters.net)

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

wah bagus sekale pak Mada.. :-) very inspiring..

ya ampun.. hebat banged sihhh..

ya udah, selain kerja kerjain PR dari saiahhh yahh..

baca http://www.indhry.com

wah… kalo semua jadi expert hidup terasa lebih mudah dan murah lagi… he2..

Memang jiwa expert perlu ada…karena tidak semua bisa diukur dengan uang..(beda dengan orang kapitalis)

Saya masih aga binggung
karena proffesional adalah sinonim dari expert..?

Apa yang dituliskan hampir sama seperti yang pernah saya baca dari sebuah buku Viktor Frankl (Logotherapy) didalamnya tertulis :
* Freedom of Will
* Will to Meaning, and
* Meaning in Life
Memang hidup yang telah Allah berikan ini harus punya arti seperti yg digariskannya

Leave a comment

(required)

(required)